Subscribe

Gak Cuma Listrik, PLN Kaltimra Sukses ‘Sentuh’ 22 Ribu Warga Lewat Aksi Sosial Sepanjang 2025

2 minutes read

Balikpapan, nusaetamnews.com : PLN UID Kaltimra membuktikan kalau mereka nggak cuma jago urusan setrum, tapi juga punya impact nyata buat masyarakat. Sepanjang tahun 2025, tercatat lebih dari 22 ribu orang merasakan manfaat langsung dari berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) mereka.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengungkapkan kalau fokus mereka mencakup pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi buat kelompok rentan.

Mudik Gratis Jadi Primadona

Dari sekian banyak agenda, program Mudik Gratis BUMN jadi salah satu magnet massa paling gede. Setiap menjelang Lebaran, ratusan warga Balikpapan difasilitasi pulang kampung lewat jalur laut dan darat.

Menariknya, program ikonik Light Up the Dream (sambung listrik gratis buat keluarga prasejahtera) ternyata nggak dimasukkan dalam hitungan TJSL. Kenapa?

“Layanan kelistrikan itu tugas utama kami, jadi itu prioritas terpisah di luar program sosial,” jelas Chaliq di Balikpapan, Sabtu.

Green Movement: Dari Bank Sampah ke Hutan Lindung

Soal isu lingkungan, PLN Kaltimra nggak main-main. Mereka kolaborasi bareng Sekolah Pantai Indonesia (SPI) di SMKN 5 Balikpapan untuk bikin bank sampah. Tujuannya jelas: biar anak muda paham circular economy dan cara pilah-pilih sampah yang benar.

Ada juga program Bottle Up—penyediaan drop box botol plastik di kantor PLN. Nah, kabar baiknya buat kamu yang sering nongkrong di tempat umum:

  • Rencana 2026: Drop box botol plastik bakal disebar di ruang publik.
  • Progres: Saat ini PLN lagi intens koordinasi sama SPI dan dinas terkait buat eksekusinya.

Nggak cuma urusan plastik, PLN juga sudah menanam lebih dari 1.500 bibit pohon di Balikpapan hingga akhir 2025. Salah satu lokasi sasarannya adalah Hutan Lindung Sungai Manggar, bekerja sama dengan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Meranti.

Sinergi Jadi Kunci

Humas PLN UID Kaltimra, Darry Giovanno, menekankan kalau semua aksi ini—mulai dari pemberdayaan ekonomi sampai bantuan sarana prasarana—nggak jalan sendiri.

“Sinergi bareng pemerintah daerah, kampus, dan berbagai stakeholder itu kuncinya. Biar programnya tepat sasaran dan berkelanjutan, bukan cuma gaya-gayaan sesaat,” tutup Darry. Ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *