Mahakam Ulu: Berlian Tersembunyi di Hulu Sungai, Berpacu Melawan Isolasi
Menembus Mahakam Ulu bukan sekadar perjalanan, melainkan sebuah petualangan fisik dan batin. Di sinilah, di ujung paling barat Kalimantan Timur, denyut nadi kehidupan mengikuti aliran Sungai Mahakam yang legendaris. Mahulu adalah wilayah di mana hutan hujan tropis masih berdiri tegak, memayungi potensi ekonomi hijau yang luar biasa, meski di balik rimbunnya tersimpan tantangan pembangunan yang tidak mudah.
Potensi: Harta Karun di Balik “Riam”

Mahulu bukan sekadar titik di peta; ia adalah lumbung masa depan Kaltim yang masih murni.
- Emas Cokelat dan Padi Gunung: Berbeda dengan daerah lain yang bergantung pada tambang, Mahulu memiliki Kakao Premium yang kualitasnya sudah diakui pasar ekspor. Tak hanya itu, Padi Gunung (lahan kering) menjadi identitas kedaulatan pangan lokal yang terus didorong melalui program cetak sawah—termasuk target 141 hektare pada 2026.
- Magnet Wisata “Batu Dinding”: Bagi pencinta adrenalin, formasi karst raksasa Batu Dinding di tepian sungai menyuguhkan pemandangan layaknya Jurassic Park. Tebing batu menjulang ini adalah ikon wisata yang punya potensi menjadi destinasi kelas dunia jika dikelola maksimal.
- Paru-Paru Dunia: Dengan lebih dari 80% wilayahnya berupa hutan, Mahulu adalah benteng terakhir konservasi Kaltim. Potensi Carbon Trade (perdagangan karbon) menjadi peluang ekonomi baru bagi kabupaten ini tanpa harus merusak alam.
2. Kendala: “Hantu” Logistik dan Infrastruktur
Namun, kecantikan Mahulu harus dibayar mahal dengan biaya hidup yang tinggi dan akses yang terbatas.
- Konektivitas yang “Lumpuh”: Hingga awal 2026, jalan darat lintas kabupaten masih menjadi keluhan utama. Banyak titik yang masih berupa tanah merah dan rawan berubah menjadi “bubur” saat hujan. Ketergantungan pada sungai membuat biaya logistik membengkak, mengakibatkan harga kebutuhan pokok melonjak tajam dibanding daerah perkotaan.
- Dilema BBM dan Listrik: Warga Mahulu seringkali harus akrab dengan kelangkaan BBM. Di tingkat pengecer, harga BBM subsidi bisa melonjak jauh di atas HET (Harga Eceran Tertinggi). Masalah kelistrikan pun setali tiga uang; meski Perda Kelistrikan terus digodok, masih ada kampung-kampung yang hanya menikmati cahaya lampu di malam hari melalui genset swadaya.
- Layanan Dasar yang Terbatas: Kurangnya rumah sakit rujukan yang lengkap membuat pasien gawat darurat seringkali harus menempuh perjalanan sungai berjam-jam menuju kabupaten tetangga. Pendidikan pun mengalami tantangan serupa, di mana akses fisik menuju sekolah di wilayah pedalaman masih sangat sulit.
Masa Depan: Menanti “Jembatan” Harapan

Pemerintah Kabupaten Mahulu saat ini tengah memperkuat sinergi untuk prioritas pembangunan 2026. Target utama mereka jelas: Memutus Isolasi. Pembangunan gudang Bulog, percepatan betonasi jalan, dan perbaikan fasilitas kesehatan menjadi harga mati untuk membawa “Berlian Borneo” ini bersinar.
Mahulu adalah bukti nyata bahwa potensi besar saja tidak cukup. Ia membutuhkan sentuhan infrastruktur yang adil agar kekayaan alamnya tidak hanya menjadi tontonan, tetapi benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di hulu sungai. (one)