Waspada! Hoaks Kuota Produksi Batu Bara 2026 Bertebaran, Begini Fakta dari ESDM
Jakarta, nusaetamnews.com :Jagat media sosial lagi diramaikan oleh tabel bocoran persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Batu Bara 2026. Tapi tunggu dulu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) langsung pasang badan dan menyatakan data tersebut fix hoaks!
“Itu Jelas Hoaks, Ya!”
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menegaskan bahwa kementeriannya belum merilis data resmi terkait kuota produksi perusahaan tambang untuk tahun ini.
“Yang beredar itu tidak benar. Saat ini persetujuan RKAB masih dalam proses evaluasi,” ujar Anggia di Jakarta, Jumat.
Pemerintah berjanji bakal ngebut menyelesaikan proses persetujuan ini biar nggak ada lagi kabar simpang siur yang bisa bikin performa emiten atau perusahaan tambang jadi gojang-ganjing.
Kenapa Kuota Perlu Dievaluasi?
Buat kamu yang bertanya-tanya kenapa prosesnya terasa ketat, ternyata ada alasan fundamentalnya, guys. Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, kasih bocoran kalau pemerintah lagi jaga keseimbangan pasar.
- Belajar dari 2025: Tahun lalu, kuota yang dikasih mencapai 1,2 miliar ton, tapi realisasinya cuma sekitar 800 juta ton.
- Efek Domino ke Harga: Kelebihan kuota ini bikin harga batu bara dunia terjun bebas. Sebagai perbandingan, Harga Batu Bara Acuan (HBA) Februari 2026 cuma berada di angka 106,11 dolar AS/ton, jauh dibanding Februari 2025 yang masih bertengger di 124,24 dolar AS/ton.
Strategi Pemerintah: Utamakan Kebutuhan Domestik
Karena harga lagi “tiarap”, Kementerian ESDM mau memastikan jumlah produksi tahun ini pas dengan kebutuhan industri dalam negeri.
Meski ada isu pemangkasan kuota produksi antara 40% hingga 70% dari usulan pengusaha (menurut data APBI-ICMA), pemerintah tetap membuka peluang revisi RKAB di tengah jalan kalau tiba-tiba permintaan domestik melonjak. (ant/one)