Palestina Menuju “Tahun Demokrasi”: Draf Konstitusi Sementara Resmi Diserahkan!
Yerusalem, nusaetamnews.com : Langkah besar menuju kedaulatan penuh baru saja dipijak. Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, secara resmi menerima draf Konstitusi Sementara Negara Palestina pada Kamis (5/2/2026). Penyerahan ini menjadi sinyal kuat bahwa Palestina sedang serius menata sistem ketatanegaraan yang lebih demokratis dan inklusif.
Draf ini disusun oleh komite khusus yang dipimpin oleh Muhammad al-Hajj Qasim melalui proses panjang dan maraton selama tujuh bulan terakhir.
Mengapa Ini Jadi Game Changer?
Bukan sekadar dokumen hukum, draf ini adalah “cetak biru” masa depan Palestina. Ada beberapa poin krusial yang ditegaskan oleh Presiden Abbas:
• Langkah Transisi: Menjadi fondasi sebelum Palestina benar-benar berdiri sebagai negara berdaulat penuh (saat ini sudah diakui lebih dari 160 negara).
• Hak Sipil & Kebebasan: Draf ini menjamin perlindungan hak-hak warga negara, serta memastikan peran strategis bagi perempuan dan pemuda dalam struktur pemerintahan.
• Pemisahan Kekuasaan: Menjaga prinsip pluralisme politik dan memperkuat fungsi pengawasan parlemen.
“Tahun ini adalah ‘Tahun Demokrasi’ bagi Palestina,” tegas Abbas. Komitmen ini bukan main-main, mengingat jadwal politik Palestina tahun ini sangat padat.
Kalender Politik Palestina 2026
Tahun ini akan menjadi ajang pembuktian demokrasi Palestina dengan serangkaian agenda besar:
- Pemilihan Dewan Nasional Palestina: Melibatkan warga di dalam maupun luar negeri.
- Konferensi Fatah ke-8: Dijadwalkan berlangsung April mendatang.
- Pemilihan Lokal: Serentak di berbagai wilayah pada April 2026.
Proses Transparan: Rakyat Berhak Kasih Feedback
Ketua Komite, Hajj Qasim, mengungkapkan bahwa penyusunan ini tidak dilakukan di “ruang hampa”. Mereka menggelar sekitar 70 pertemuan dan berkonsultasi luas dengan organisasi masyarakat sipil.
Namun, prosesnya belum selesai. Presiden Abbas menginstruksikan agar:
• Draf diserahkan ke Komite Eksekutif PLO untuk ditinjau ulang.
• Draf dipublikasikan ke publik agar masyarakat Palestina bisa memberikan masukan langsung.
Quick Insight: Mengapa Kita Perlu Peduli?
Di tengah dinamika geopolitik global, upaya Palestina membangun konstitusi yang menjamin hak asasi dan pemisahan kekuasaan adalah pesan kepada dunia bahwa mereka siap mengelola negara secara modern dan demokratis. Ini adalah langkah move on dari sekadar bertahan hidup menjadi membangun sistem. (RRI/ONE)