Subscribe

Minyakita Anti “Naik Kelas”: Mendag Pastikan Harga Tetap Stay, Meski CPO Dunia Lagi Melejit!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Di tengah tren harga minyak sawit mentah (CPO) dunia yang lagi “hobi” mendaki, ada kabar sejuk dari Kementerian Perdagangan. Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa pemerintah belum punya rencana untuk menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita.

Kabar baiknya lagi, harga Minyakita di lapangan terpantau stabil, bahkan mengalami penurunan tipis dari Rp16.800 menjadi kisaran Rp16.200 per liter. Sebuah angin segar buat ibu-ibu rumah tangga dan pelaku UMKM kuliner!

Strategi “Potong Kompas” untuk Efisiensi

Kenapa harganya bisa terjaga? Ternyata pemerintah lagi pakai strategi cut the middleman. Melalui Permendag No. 43 Tahun 2025, rantai pasok dipangkas habis:

  • Wajib Setor 35%: Produsen minyak goreng wajib menyalurkan minimal 35% kuota DMO mereka ke BUMN Pangan (Bulog atau IDFOOD).
  • Langsung ke Pengecer: Dari Bulog/IDFOOD, minyak langsung meluncur ke pedagang pasar tanpa lewat distributor perantara lagi. Hasilnya? Harga di level konsumen jadi lebih terkontrol.

“Saat ini prosesnya masih di bawah 30 persen karena masih tahap B2B antara BUMN dan produsen, tapi produsen sangat suportif,” jelas Mendag Budi (6/2/2026).

Jangan Cuma Bergantung sama “Satu Nama”

Mendag Budi juga kasih tips buat masyarakat: jangan cuma terpaku sama Minyakita. Karena statusnya adalah instrumen intervensi pasar (DMO), jumlahnya memang terbatas dan bergantung pada kuota ekspor.

Untuk itu, pemerintah mendorong dua solusi tambahan:

  1. Second Brand: Produsen diminta memperbanyak merek minyak goreng alternatif dengan harga yang tetap terjangkau.
  2. Banyak Pilihan, Banyak Rezeki: Dengan banyaknya merek pendamping di pasar rakyat, masyarakat punya opsi lebih saat Minyakita lagi sulit dicari, terutama menjelang momentum Ramadhan dan Idul Fitri.

Quick Take: Kenapa Ini Penting?

Langkah ini adalah upaya pemerintah menjaga daya beli menjelang high season (Ramadhan). Dengan menjaga HET tetap rendah dan memperpendek rantai distribusi, harapannya tidak ada lagi drama kelangkaan minyak goreng seperti tahun-tahun sebelumnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *