Subscribe

Gaspol Dukung Palestina, Presiden Prabowo Siap “Cabut” dari Board of Peace Gaza Kalau Cuma Omong Kosong

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Presiden Prabowo Subianto nggak main-main soal posisi Indonesia di panggung dunia, terutama terkait isu Palestina. Baru-baru ini, Prabowo menyatakan Indonesia siap “angkat kaki” alias keluar dari keanggotaan Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) Gaza jika lembaga bentukan Presiden AS Donald Trump Jr. tersebut nggak becus mewujudkan kemerdekaan Palestina.

Pernyataan tegas ini keluar setelah Prabowo berdiskusi santai tapi serius dengan sekitar 40 tokoh ormas Islam dan ulama di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa kemarin.

Ogah Terjebak “Damai Semu”

Salah satu tokoh yang hadir, Wakil Ketua Umum MUI, KH Cholil Nafis, sempat melempar keraguan soal efektivitas BoP. Kiai Cholil mewanti-wanti jangan sampai pasukan perdamaian kita malah jadi penghalang bagi rakyat Palestina yang lagi berjuang.

“Kami nggak mau cuma damai semu, sementara rakyat Palestina masih terjajah. Kita maunya mereka damai plus merdeka,” tegas Kiai Cholil saat menceritakan kembali isi pertemuan tersebut.

Skema “Abstain atau Out”

Merespons kegelisahan para ulama, Prabowo memberikan jawaban yang cukup lugas. Menurut Kiai Cholil, ada dua opsi yang disiapkan Presiden kalau kebijakan BoP mulai melenceng:

  1. Abstain & Absen: Indonesia bakal pilih nggak ikut campur kalau keputusan BoP nggak sejalan dengan prinsip kita.
  2. Exit Strategy: Kalau keberadaan Indonesia di sana tetap nggak bisa mengubah keadaan, Prabowo siap bawa Indonesia keluar dari BoP.

“Intinya, kalau memang nggak cocok dan kita nggak bisa melakukan apa-apa untuk Palestina, beliau siap keluar,” tambah Kiai Cholil.

Menlu Sugiono: Trajectory-nya Jelas, Palestina Merdeka!

Senada dengan bosnya, Menteri Luar Negeri Sugiono juga mengonfirmasi sikap tegas pemerintah. Menurutnya, partisipasi Indonesia di BoP punya target atau trajectory yang jelas dan nggak bisa ditawar.

“Kalau memang nggak sesuai keinginan kita—mulai dari damai di Gaza sampai kemerdekaan penuh Palestina—ya buat apa? Koridor kita jelas di situ,” ungkap Sugiono kepada tim ANTARA.

Sikap ini seolah menegaskan bahwa Indonesia masuk ke BoP bukan sekadar buat gaya-gayaan diplomasi, tapi punya misi besar sebagai game changer demi kedaulatan Palestina. Kalau cuma jadi penonton, mending out. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *