Kaltim “Pecah Telur”! 877 Penjaga Rumah Ibadah Gaspol Perjalanan Religi Gratis
Samarinda, nusaetamnews.com : Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur baru saja membuktikan bahwa apresiasi nggak cuma sekadar kata-kata. Lewat program Gratis Pelayanan Sosial dan Keagamaan, sebanyak 877 penjaga rumah ibadah lintas agama resmi diberangkatkan untuk perjalanan religi ke berbagai belahan dunia.
Juru Bicara Pemprov Kaltim, Muhammad Faisal, menyebut langkah ini adalah real action dari visi Gubernur Rudy Mas’ud dan Wagub Seno Aji untuk memanusiakan para pejuang di balik layar rumah ibadah.
Bukan Cuma Wacana, Ini Datanya
Dari total 5.140 penjaga rumah ibadah yang terdata di “Benua Etam”, semuanya bakal dapet giliran secara bertahap sampai 2029. Untuk batch pertama tahun 2025, ini rincian destinasinya:
- Islam (689 orang): Umrah ke Makkah, Arab Saudi.
- Kristen (113 orang): Yerusalem.
- Katolik (45 orang): Vatikan/Yerusalem.
- Hindu (19 orang): India.
- Buddha (8 orang): India.
- Konghucu (3 orang): Tibet.
Sayangnya, ada tiga calon peserta yang terpaksa batal berangkat karena faktor kesehatan dan tutup usia.
Roadmap “Healing” Religi Hingga 2029
Biar nggak ada yang merasa terabaikan, Pemprov sudah menyusun roadmap keberangkatan yang makin tahun makin banyak kuotanya:
- 2026: 960 orang
- 2027: 1.000 orang
- 2028: 1.100 orang
- 2029: 1.200 orang
Syaratnya Ketat, No Kaleng-Kaleng
Nggak asal tunjuk, penerima manfaat harus memenuhi kriteria yang valid. Kamu harus punya KTP dan KK Kaltim minimal selama tiga tahun, plus sudah mengabdi di rumah ibadah selama tiga tahun berturut-turut.
“Program ini bukan sekadar bansos. Ini adalah instrumen pemerintah untuk memperkuat toleransi dan merawat harmoni antarumat beragama di Kaltim,” tegas Faisal.
Langkah ini jadi bukti kalau di Kaltim, keberagaman itu bukan beban, tapi kekayaan yang harus dijaga bareng-bareng. Respect! (ant/one)