Bye-bye Kota Estetik? Presiden Prabowo Sentil Baliho ‘Nyampah’ Visual dan Kabel Semrawut!
KABUPATEN BOGOR, nusaetamnews.com : – Pernah merasa pemandangan kota jadi membosankan karena isinya cuma baliho kampanye atau iklan raksasa yang itu-itu saja? Ternyata, keresahan kamu divalidasi langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di SICC, Senin (2/2), Presiden Prabowo blak-blakan menyentil kondisi tata kota di Indonesia yang dinilai mulai kehilangan karakter gara-gara “polusi visual”.
Indonesia Asri: Stop “Spanduk Sentris”!
Presiden menyoroti fenomena kota-kota di Indonesia yang mulai terlihat seragam alias copy-paste. Mau ke Balikpapan atau Banjarmasin, yang menyambut bukan keindahan lokal, melainkan lautan spanduk.
“Kalau saya ke Balikpapan, saya ke Banjarmasin, hampir tidak ada bedanya. Spanduk, spanduk, spanduk,” ujar Presiden.
Bahkan, rute menuju kediamannya di Hambalang pun tak luput dari kritik karena penuh dengan “sampah visual” di sepanjang jalan.
Wisatawan Cari Vibes, Bukan Iklan
Menurut Presiden, penataan ruang publik itu harga mati kalau mau pariwisata kita naik kelas. Logikanya simpel: turis datang ke Bali atau daerah lain untuk menikmati vibe lokal dan estetikanya, bukan untuk nonton baliho komersial yang nutupin pemandangan.
Selain baliho, PR besar lainnya adalah kabel listrik yang menjuntai semrawut. Presiden ingin kabel-kabel “mie instan” itu segera dibenahi agar ruang publik lebih aman dan enak dipandang.
Tertib tapi Tetap Chilled
Presiden nggak minta pemerintah daerah (Pemda) buat langsung main sikat atau represif. Beliau menyarankan pendekatan yang lebih soft lewat dialog.
Ajak Ngobrol: Pemda diminta diskusi bareng Kadin, HIPMI, dan asosiasi pengusaha. Kemudian, Win-Win Solution: Bisnis tetap jalan, tapi iklan harus dibuat lebih sopan dan tertata. Dan Goal-nya: Kota yang rapi, sustainable, dan punya identitas yang kuat. (ant/one)