Jembatan Mahakam “Ganti Baju”: Proyek Perbaikan Dolphin & Fender Dimulai, Polisi Siap Kawal Ketat!
Samarinda, nusaetamnews.com : Ada kabar baik buat warga Samarinda dan para pengguna jalur perairan Sungai Mahakam! Jembatan Mahakam yang jadi urat nadi transportasi Kalimantan Timur mulai dipoles lagi. Proyek perbaikan dolphin (tiang pancang pengaman) dan fender (bantalan pengaman) resmi dimulai.
Gak cuma urusan konstruksi, Polsek Kawasan Pelabuhan (KP) Samarinda juga turun tangan buat kasih dukungan penuh. Bukan cuma hadir buat formalitas, tapi buat memastikan objek vital nasional ini aman selama proses pengerjaan.
Kenapa Perbaikan Ini Penting Banget?
Buat kamu yang sering lewat atau melihat kapal-kapal besar melintas di bawah jembatan, perbaikan ini adalah langkah “penyelamatan”.
- Mitigasi Tabrakan: Dolphin dan fender punya tugas berat buat menahan benturan kapal supaya nggak langsung menghantam pilar utama jembatan.
- Keamanan Pelayaran: Mengingat lalu lintas Sungai Mahakam yang super sibuk, struktur pelindung yang kokoh adalah harga mati buat keselamatan bersama.
“Kehadiran kami bukan sekadar seremonial, tapi wujud komitmen dalam mengawal infrastruktur strategis pemerintah,” tegas Kapolsek Kawasan Pelabuhan Samarinda, Kompol Yusuf, Senin (2/2).
Sinergi Lintas Sektor
Proyek yang diawali dengan seremoni pemancangan di Workshop Jalan Untung Suropati ini melibatkan banyak pihak. Mulai dari DPRD Kaltim, Dinas Perhubungan, KSOP, hingga Pelindo.
Kanit Reskrim Ipda Zaqi Ur Rahman juga terpantau hadir di lapangan untuk memastikan situasi tetap kondusif di tengah tingginya aktivitas pelayaran selama proyek berlangsung.
The Big Picture
Intinya, perbaikan ini bukan cuma soal semen dan baja, tapi soal:
- Menjaga Aset Negara: Memastikan jembatan ikonik ini tetap berdiri tegak.
- Kelancaran Ekonomi: Kalau jembatan aman, distribusi logistik di Kaltim pun lancar jaya.
- Rasa Aman: Memberikan ketenangan buat para pelaut dan warga yang melintas di bawah atau di atas jembatan.
“Upaya ini sekaligus memberikan rasa aman bagi seluruh pengguna jalur perairan di bawah jembatan kebanggaan masyarakat Samarinda,” tutup Kompol Yusuf. (ant/one)