Virus Nipah Lagi “Naik Daun” di Luar Negeri, Kemenkes: Indonesia Masih Aman, Tapi Jangan Lengah!
Jakarta,nusaetamnews.com :Meski di Indonesia belum ada laporan kasus, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) resmi mengeluarkan warning agar kita mulai pasang mata terhadap Virus Nipah. Hal ini menyusul laporan adanya kasus baru di India per 26 Januari 2026, di mana dua tenaga kesehatan terkonfirmasi positif.
Walaupun jaraknya jauh, Indonesia dianggap punya “tiket risiko” karena kedekatan geografis dan mobilitas antarnegara yang super tinggi.
Apa Itu Virus Nipah?
Dirjen Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan kalau Nipah adalah penyakit zoonotik. Artinya, virus ini asalnya dari hewan ke manusia.
- Host Alami: Kelelawar buah (Pteropus sp.).
- Perantara: Bisa lewat hewan lain kayak babi.
- Gejala: Mulai dari yang mirip flu biasa (ISPA ringan), sampai yang horor kayak peradangan otak (ensefalitis) yang berpotensi mematikan.
“Jangan Jajan Nira Sembarangan!”
Kemenkes kasih tips praktis buat kamu yang hobi kulineran atau tinggal di daerah penghasil nira/aren. Karena kelelawar aktif di malam hari, mereka sering banget “mampir” di sadapan aren atau nira.
Protokol Keamanan Pangan ala Kemenkes:
- Stop Minum Nira Mentah: Jangan langsung minum nira/aren dari pohonnya. Wajib dimasak sampai mendidih dulu!
- Sortir Buah: Kalau beli buah, cuci bersih dan kupas kulitnya. Kalau ada bekas gigitan hewan, langsung buang, jangan sayang-sayang!
- Kontak Erat: Hati-hati, virus ini juga bisa menular antarmanusia lewat kontak erat dengan penderita.
Instruksi buat Dinas Kesehatan
Gak cuma masyarakat, Kemenkes juga sudah “colek” seluruh Dinas Kesehatan di tingkat kabupaten/kota sampai provinsi. Mereka diminta gercep memantau tren kasus yang gejalanya mirip, seperti:
- Gejala mirip flu berat (Influenza Like Illness).
- Infeksi pernapasan akut (ISPA/Pneumonia).
- Suspek radang selaput otak (Meningitis).
Data Terkini dari India
Di Distrik North 24 Parganas, India, saat ini sudah ada 120 orang yang dikarantina karena kontak erat dengan pasien. Mengingat penyebarannya yang bisa lewat tenaga medis, kewaspadaan di fasilitas kesehatan kita juga mulai diperketat. (ant/one)