IHSG Sempat “Goyang”, Presiden Prabowo Kasih Pesan Adem Buat Investor: “We Stand With You!”
Jakarta, nusaetamnews.com :Market lagi agak volatile? Santai. Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, baru saja membawa pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto buat kalian para investor, baik yang pemain lokal maupun mitra internasional.
Intinya satu: Fundamental ekonomi Indonesia itu masih tangguh! Pemerintah menjamin bakal terus jaga “pagar” supaya iklim investasi di Tanah Air tetap transparan, adil, dan punya standar kelas dunia.
Market Update: Apa yang Terjadi?
Pekan ini IHSG memang sempat kena “badai” gara-gara pengumuman rebalancing indeks MSCI. Angkanya sempat terkoreksi tajam:
- Selasa (27/1): Parkir di level 8.980,23.
- Kamis (29/1): Terjun ke 8.232,20.
- Jumat (30/1): Mulai rebound cantik ke posisi 8.329,61.
Melihat dinamika ini, pemerintah nggak tinggal diam. Ada beberapa “jurus” yang sudah disiapkan buat bikin pasar modal kita makin solid.
Big Moves Pemerintah di Tahun 2026:
Ada dua agenda besar yang bakal jadi game changer buat bursa kita:
- Demutualisasi Bursa Efek Indonesia (BEI):
Aturan ini bakal dipercepat tahun ini juga! Sesuai mandat UU P2SK, langkah ini penting banget buat memperbaiki tata kelola bursa, meningkatkan transparansi, dan yang paling penting: meminimalisir benturan kepentingan. Bursa jadi lebih independen dan terbuka buat investasi baru.
- Aturan Free Float Baru:
Siap-siap! OJK dan BEI bakal menaikkan batas saham yang beredar di publik (free float) dari semula cuma 7,5% menjadi 15%. Targetnya mulai eksekusi di Februari 2026.
- Kenapa ini penting? Biar likuiditas makin kencang dan saham-saham di bursa makin lincah diperjualbelikan.
The Bottom Line
Presiden Prabowo ingin meyakinkan kalau pemerintah berdiri teguh di belakang pasar keuangan. Fokusnya sekarang adalah menciptakan ekosistem yang transparan dan kompetitif di level global.
“Pesan Bapak Presiden: Fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat dan tangguh. Kami berkomitmen pada iklim investasi yang transparan,” tegas Airlangga Hartarto.
Jadi buat kamu yang lagi monitoring portofolio, sentimen negatif jangka pendek memang ada, tapi rencana besar pemerintah buat memperkuat struktur pasar modal kita justru jadi sinyal positif buat jangka panjang. (ant/one)