Update Kasus Makan Bergizi Gratis di Kudus: 118 Siswa SMAN 2 Tumbang, Tersebar di 7 RS
Kudus, nusaetamnews.com : Kasus dugaan keracunan massal yang menimpa siswa SMAN 2 Kudus setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) ternyata makin meluas. Hingga Kamis (29/1), jumlah siswa yang harus dilarikan ke rumah sakit melonjak drastis menjadi 118 orang.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kudus mencatat para siswa kini sedang dalam perawatan intensif di tujuh rumah sakit berbeda di wilayah Kudus.
Kronologi: Berawal dari Keluhan Guru
Bukan cuma siswa, ternyata “alarm” pertama datang dari para guru. Berikut timeline kejadiannya:
- Rabu (28/1), 11.15 WIB: Menu MBG (soto ayam suwir, tempe, dan tauge) sampai di sekolah dari SPPG Purwosari.
- Rabu (28/1), 11.45 WIB: Makanan dibagikan ke ribuan siswa dan guru.
- Rabu Malam: Keluhan mulai muncul. Menariknya, para guru lebih dulu merasakan sakit perut dan diare sebelum akhirnya para siswa ikut merasakan gejala mual, pusing, hingga diare parah.
Data di Lapangan: 600 Siswa Bergejala
Meskipun yang dirawat di RS berjumlah 118 orang, Wakil Kepala Sekolah SMAN 2 Kudus, Dwiyana, menyebutkan kalau laporan sementara menunjukkan ada sekitar 600 siswa yang mengalami gejala serupa.
“Banyak yang memilih istirahat dan perawatan mandiri di rumah, termasuk beberapa guru kami,” ungkapnya. Pihak sekolah sempat kewalahan karena laporan dari tiap kelas terus masuk, mulai dari 17 hingga 35 siswa per kelas yang tumbang.
Sebaran Rumah Sakit Pasien:
Saat ini, 118 siswa tersebut dirawat di:
- RSUD Loekmono Hadi: 28 orang
- RS Mardi Rahayu: 22 orang
- RS Sarkies Aisyiyah: 19 orang
- RSI Kudus: 14 orang
- RS Kumala Siwi: 13 orang
- RS Aisyiyah: 13 orang
- RS Kartika: 9 orang
Langkah Sekolah & Pemerintah
Pihak SMAN 2 Kudus langsung bergerak cepat dengan memanggil perwakilan SPPG Purwosari untuk klarifikasi. Karena kondisi siswa yang terus menurun, sekolah akhirnya meminta bantuan Puskesmas dan armada ambulans untuk evakuasi massal ke rumah sakit.
Saat ini, Dinkes Kudus masih mendalami penyebab pasti keracunan ini dengan mengambil sampel makanan untuk diuji laboratorium. (ant/one)