Subscribe

Lindungi Anak di Internet, Wamenkomdigi Tagih “Mesin Cerdas” Verifikasi Usia ke Platform Digital

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Ruang digital bukan cuma soal scrolling tanpa batas, tapi juga soal keamanan, terutama buat audiens di bawah umur. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, baru saja menegaskan kalau platform digital punya tanggung jawab besar buat pasang sistem verifikasi usia yang mumpuni.

Dalam pertemuannya dengan bos YouTube di Jakarta, Kamis (29/1), Nezar menekankan kalau identifikasi usia bukan lagi pilihan, tapi kewajiban.

Bye-bye Konten Gak Layak!

Nggak mau sekadar imbauan, langkah ini ternyata sudah punya payung hukum yang kuat, yaitu PP Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik Dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Aturan ini mewajibkan platform buat:

  • Verifikasi Usia: Memastikan siapa yang ada di balik layar.
  • Filter Konten: Membatasi akses anak-anak dari konten negatif atau nggak layak konsumsi.

“Kita butuh mesin cerdas buat identifikasi usia. Anak-anak nggak boleh lagi bebas lihat konten yang bukan porsinya,” tegas Nezar.

YouTube Kasih “Lampu Hijau”

Merespons hal ini, YouTube lewat Global Head of Public Policy-nya, Leslie Miller, pamer fitur baru yang makin memudahkan orang tua. Salah satu yang diunggulkan adalah Fitur Ubah Akses Akun.

Jadi, meskipun satu gadget dipakai bareng-bareng sama orang tua, akses si anak bisa dibatasi dengan profil khusus yang sudah terfilter algoritmanya.

Jadi Role Model buat Platform Lain

Nezar mengapresiasi langkah YouTube yang makin serius memperbaiki algoritma pencegahan konten negatif. Tapi, dia juga kasih reminder kalau ini baru permulaan. Wamenkomdigi berharap platform besar lainnya nggak mau kalah buat bikin ruang digital yang lebih safe dan friendly buat anak-anak. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *