Kaltim Siap “Jualan” Udara Segar! DLH Matangkan Aturan Main Perdagangan Karbon Bareng Swasta
SAMARINDA – Kalimantan Timur makin serius menata masa depan ekonomi hijaunya. Kali ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltim lagi sibuk menguliti proposal perdagangan karbon dari pihak swasta. Tujuannya? Biar udara segar dari hutan kita nggak cuma jagain bumi, tapi juga kasih dampak ekonomi yang transparan.
Kepala DLH Kaltim, Joko Istanto, menegaskan kalau urusan karbon ini nggak boleh asal “deal”. “Kami kasih catatan strategis supaya rencana ini dijalankan hati-hati, transparan, dan orientasinya murni buat perlindungan lingkungan,” tegas Joko, Kamis (29/1).
Nggak Cuma Jual-Beli, Harus Sesuai Regulasi!
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim lagi verifikasi dokumen secara mendalam bareng perusahaan pengelola dana karbon. Ada beberapa poin yang jadi fokus utama:
- Sinkronisasi Aturan: Mekanisme teknis harus match sama regulasi nasional dan daerah.
- Verifikasi Ketat: Memastikan dokumen penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) benar-benar akurat, bukan sekadar angka di atas kertas.
- Transparansi: Biar semua pihak tahu ke mana arah dana dan aksi hijaunya.
Kenapa Kaltim Jadi Incaran?
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kaltim, Chamidin, menyebut kalau Kaltim adalah pilar utama target iklim nasional. Hutan kita adalah aset raksasa di sektor kehutanan dan lahan.
“Perdagangan karbon bukan cuma soal transaksi duit hijau, tapi harus jadi alat efektif buat jagain hutan primer kita tetap lestari,” ujar Chamidin.
Manfaat Buat Warga & Alam:
Kalau tata kelola karbon ini sukses dan akuntabel, dampaknya bakal luas banget:
- Perlindungan Biodiversitas: Flora dan fauna langka di Kaltim lebih terjaga.
- Ketahanan Iklim: Wilayah pesisir dan daratan jadi lebih tangguh hadapi perubahan cuaca ekstrem.
- Ekonomi Hijau: Mempercepat visi pembangunan Kaltim yang nggak lagi bergantung cuma pada tambang atau minyak.
Bisa dibilang, Kaltim lagi bangun sistem “bisnis ramah lingkungan” yang profesional. Dengan sinergi pemerintah dan swasta, Benua Etam optimistis bisa jadi pemimpin pasar karbon yang akuntabel sekaligus pahlawan iklim dunia. (ant/one)