Ade Akhirnya Tersenyum, Kuliah Lanjut Gratispol Aman
SAMARINDA — Ade Rahayu akhirnya kembali bisa tersenyum. Mahasiswi Program Pascasarjana Magister Manajemen Teknologi Institut Teknologi Kalimantan (ITK) itu kini bisa melanjutkan kuliah dengan tenang setelah Program Gratispol Pendidikan dipastikan akan tetap ia nikmati.
Beberapa hari sebelumnya, Ade sempat berada di titik paling cemas dalam perjalanan pendidikannya. Program bantuan pendidikan yang menjadi sandaran utama kelanjutan studinya sempat tersendat oleh persoalan administratif. Cuitannya di media sosial pun viral. Program Gratispol yang diinisiasi Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji pun sontak menjadi sorotan negatif.
Namun kabar baik datang pada Senin (26/1/2026). Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pihak ITK duduk bersama di Ruang Tenguyun, Lantai 4 Kantor Gubernur Kaltim. Pertemuan itu menegaskan satu hal penting: tidak ada masalah prinsipil dalam Program Gratispol, termasuk bagi mahasiswa Pascasarjana Magister Manajemen Teknologi.
Kesepakatan dicapai. Komunikasi yang sempat tersendat diakui hanya persoalan miskomunikasi administratif dan telah diselesaikan melalui jalur resmi. Pemprov Kaltim dan ITK sepakat memastikan mahasiswa yang memenuhi kriteria tetap terakomodir dalam Program Gratispol Pendidikan.
“Pemprov Kaltim dan ITK berkomitmen memastikan seluruh mahasiswa Magister Manajemen Teknologi yang memenuhi syarat tetap dapat melanjutkan pendidikan melalui Program Gratispol,” kata Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Kaltim Siti Sugiyanti.
Bagi Ade, keputusan itu bukan sekadar hasil rapat atau berita resmi. Itu adalah titik balik. Sebuah kepastian yang mengembalikan harapan.
Kebahagiaan Ade terpancar jelas lewat unggahan Instagram pribadinya, @aderahayu277, Selasa (27/1/2026). Dalam sembilan slide bertajuk “Klarifikasi Terkait Gratispol”, Ade menyampaikan rasa syukur dan lega.
“Alhamdulillah, kami telah mendapatkan solusi terbaik terkait Program Gratispol melalui kerja sama pihak ITK dan Pemerintah Provinsi,” tulis Ade.
Ia juga memastikan satu hal penting, dirinya dan rekan-rekannya tidak jadi mengundurkan diri. Kuliah tetap berlanjut.
“Kami sepakat untuk tetap melanjutkan kuliah. Semoga seluruh teman-teman yang ingin melanjutkan pendidikan selalu diberikan kemudahan,” tulisnya lagi, diakhiri ajakan untuk saling mendukung dan tetap belajar dengan sungguh-sungguh.
Cerita Ade menjadi wajah nyata dari Program Gratispol Pendidikan, bahwa kebijakan publik bukan sekadar angka dan dokumen, melainkan menyentuh langsung masa depan anak-anak daerah. Di balik kebijakan itu, ada mimpi yang kembali menyala, ada senyum yang kembali hadir dan ada harapan yang kembali menyala. (Ray)