Subscribe

Waspada! Dinkes Kaltim Warning Ancaman Virus Nipah dari Kelelawar Buah

2 minutes read

Samarinda, nusaetamnews.com : Meski belum ditemukan kasus di Indonesia, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur nggak mau kecolongan. Masyarakat diimbau untuk mulai pasang mode waspada terhadap potensi penyebaran Virus Nipah, patogen mematikan yang ditularkan lewat hewan, terutama kelelawar buah.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltim, Eryariyatin, menegaskan pentingnya menjaga jarak aman dengan habitat liar. “Kurangi kontak langsung dengan kelelawar dan jangan sekali-kali mengonsumsi buah yang kelihatan sudah bekas gigitan atau terkena air liur hewan,” pesannya di Samarinda, Rabu.

Mengapa Harus Waspada?

Bukan sekadar flu biasa, Virus Nipah punya reputasi yang cukup menyeramkan secara medis. Berikut fakta yang perlu kamu tahu:

  • Tingkat Kematian Tinggi: Angkanya mencapai 40% hingga 75%.
  • Zoonosis: Penyakit ini menular dari hewan ke manusia.
  • Risiko Pandemi: WHO bahkan memasukkan Nipah dalam daftar penyakit prioritas yang berpotensi memicu pandemi global baru.

Red Flags yang Harus Dipantau

Eryariyatin menjelaskan bahwa gejala awal Nipah sering kali mirip penyakit lain, sehingga kita harus jeli. Segera ke dokter jika kamu atau orang terdekat mengalami:

  1. Demam tinggi mendadak.
  2. Sakit kepala hebat dan nyeri otot.
  3. Gangguan pernapasan akut.
  4. Kondisi Parah: Disorientasi, kejang, hingga koma akibat peradangan otak (ensefalitis).

“Deteksi dini di Puskesmas atau RS itu kunci. Jangan tunggu sampai terjadi komplikasi saraf yang berat,” tambah Eryariyatin.

Langkah Preventif: Cuci Buah & PHBS

Pemerintah kini memperketat pengawasan di pintu masuk wilayah untuk memantau mobilisasi orang dan barang dari luar negeri. Namun, pertahanan terkuat tetap ada di tangan kita sendiri melalui Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pastikan kamu mencuci buah hingga benar-benar bersih sebelum dimakan untuk menghilangkan residu cairan hewan liar. Kolaborasi antara warga yang responsif melapor dan tenaga medis yang sigap diharapkan bisa menjaga Kaltim tetap aman dari ancaman virus ini. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *