Subscribe

Lawan Gempuran “Food Trendy”, Kuliner Tradisional Kukar Ambil Alih Panggung Expo Merah Putih Sangasanga

2 minutes read

SANGASANGA , nusaetamnews.com :  Di tengah gempuran tren makanan viral yang silih berganti, kuliner warisan leluhur Kutai Kartanegara (Kukar) justru unjuk gigi. Bukan cuma soal rasa, tapi soal identitas yang kembali “diledakkan” di ajang Expo Merah Putih Sangasanga.

Event yang digelar dalam rangka memperingati Peristiwa Perjuangan Merah Putih Sangasanga ke-79 ini menjadi melting pot bagi 150 pelaku UMKM. Mulai dari makanan berat, camilan autentik, hingga jamu tradisional, semuanya kumpul di Lapangan Merah Putih Sangasanga selama sepekan (26 Januari – 1 Februari 2026).

Bukan Sekadar Nostalgia, Tapi Strategi Ekonomi

Sekretaris Daerah Kabupaten Kukar, Sunggono, menegaskan bahwa expo ini bukan sekadar ajang kangen-kangenan dengan menu jadul. Ini adalah langkah strategis untuk memastikan produk lokal tetap “eksis” dan punya daya saing di tengah pasar yang makin kompetitif.

“Kami ingin mengangkat kembali produk olahan tradisional khas Kukar agar tetap bersaing di tengah banyaknya produk kekinian. Ini adalah bagian dari transformasi ekonomi kita, khususnya di sektor ekonomi kreatif,” ujar Sunggono di Tenggarong, Selasa (27/1).

Support System UMKM: Dari Inkubasi hingga Kredit 0%

Pemkab Kukar nggak main-main soal support system buat para pengusaha lokal. Berdasarkan data tahun 2025, tercatat ada 40.431 unit UMKM yang tersebar di 20 kecamatan di Kukar. Angka yang masif ini tentu butuh pengawalan biar nggak cuma sekadar jumlah, tapi juga kualitas.

Beberapa “senjata” yang disiapkan Pemkab untuk UMKM antara lain:

  • Inkubasi Bisnis: Lewat Klinik UMKM yang tersedia di tiap kecamatan untuk mentoring bisnis.
  • Kredit Kukar Idaman: Booster modal buat pelaku usaha dengan bunga 0% dan plafon hingga Rp500 juta, hasil kolaborasi dengan Bank Kaltimtara.

Ruang Belajar bagi “Creativepreneur” Lokal

Selain jadi ajang jualan, Expo Merah Putih ini juga jadi tempat networking yang asik bagi para pelaku ekonomi kreatif. Mereka bisa saling belajar, berbagi pengalaman, dan melihat potensi apa yang bisa dikembangkan dari tiap wilayah.

Dengan fokus pada sektor non-ekstraktif (bukan tambang), Pemkab berharap UMKM Kukar bisa mandiri dan punya nilai jual tinggi, bahkan di luar daerah. Jadi, buat kalian yang kebetulan lagi di Sangasanga, mending mampir dan cicipi gimana rasanya “perjuangan” dalam sepiring kuliner tradisional Kukar. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *