Gak Cuma Fisik, Otak Anak Paser Juga “Disekolah sejak Dini” Lewat Proyek SPRING!
Paser, Kaltim, nusaetamnews.com : Pernah dengar soal masa emas (golden age) anak usia 0-6 tahun? Nah, Pemkab Paser gak mau momen krusial ini lewat begitu saja. Lewat kolaborasi bareng Tanoto Foundation, Dinas Kesehatan (Dinkes) Paser baru saja tuntas menggelar pelatihan Proyek SPRING (Early Stimulation in PRImary Health Service INteGration).
Intinya satu: Memastikan anak-anak di Paser gak cuma sehat badannya, tapi juga “encer” otaknya lewat stimulasi yang tepat sejak dini.
Kenapa Harus Stimulasi Otak?
Kepala Dinkes Paser, Amri Yulihardi, mengungkapkan fakta menarik. Ternyata, banyak anak yang tumbuh kembangnya telat bukan karena sakit, tapi simpel karena kurang “diajak main” atau distimulasi dengan benar oleh keluarganya.
“Ini bukan cuma tugas nakes, tapi tanggung jawab kita semua. Lewat pelatihan ini, kita bekali garda terdepan kesehatan dengan skill praktis buat dampingi orang tua di rumah,” ujar Amri di Tanah Grogot, Senin (26/1).
Maraton Pelatihan 5 Hari di Desa Jone
Selama lima hari (19-23 Januari 2026), puluhan kader posyandu, tenaga kesehatan, hingga tokoh masyarakat “nyantri” di Desa Jone. Materi yang dipelajari daging semua, mulai dari:
- Fase Unstoppable: Memahami kalau otak anak tumbuh paling cepat di usia 0-6 tahun—fase yang gak bakal terulang!
- Alat Perang Baru: Mahir pakai Buku KIA 2024 terbaru dan panduan fasilitator.
- Skill Komunikasi: Cara ngobrol asyik ke orang tua biar mau ubah perilaku dan lebih rajin kasih stimulasi ke anak.
Investasi Masa Depan: Panen SDM Unggul
Project Manager Proyek SPRING Tanoto Foundation, Rakhmawati, menganalogikan ini sebagai investasi. Kalau kita serius urus anak usia dini sekarang, hasilnya adalah generasi yang punya daya saing tinggi di masa depan.
“Kita lagi nyiapin generasi yang cerdas dan kompetitif. Kalau investasinya maksimal sekarang, panen hasilnya nanti bakal luar biasa,” kata Rakhmawati.
Action Plan: Dari Puskesmas ke Rumah Warga
Gak cuma berhenti di teori, sepanjang tahun 2026 ini para peserta punya “PR” besar:
- Sesi Rutin: Selipkan edukasi stimulasi di Puskesmas Pembantu.
- Door-to-Door: Kunjungan rumah untuk memastikan setiap keluarga paham cara stimulasi anak.
- Support Desa: Kepala Desa Jone, Rawi, sudah kasih lampu hijau dan dukungan penuh demi kesehatan balita di wilayahnya. (ant/one)