Bukan Cuma Penonton, Wagub Seno Aji Gaspol Jadikan Kaltim “Superhub” Ekonomi Nusantara
Samarinda, nusaetamnews.com : Kalau ada yang mengira Kalimantan Timur cuma jadi “halaman belakang” buat Ibu Kota Nusantara (IKN), saatnya ubah pola pikir itu. Pemprov Kaltim baru saja menegaskan bahwa mereka siap jadi mesin utama pertumbuhan ekonomi nasional.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, secara blak-blakan menyebut posisi Kaltim kini sudah bertransformasi. Gak lagi sekadar bantu urusan fisik, Kaltim sudah level up jadi pemain kunci dalam urusan logistik global, industri, hingga ketahanan energi.
“Kaltim Itu Penggerak, Bukan Pelengkap!”
Dalam diskusi panel di Kantor Gubernur Kaltim, Senin (26/1), Seno Aji menekankan pentingnya multiplier effect dari hadirnya IKN. Kaltim memposisikan diri sebagai Superhub Ekonomi Nusantara yang terintegrasi.
“Pembangunan IKN harus kasih dampak nyata buat daerah mitra. Kita ini penggerak, bukan cuma pelengkap,” tegas Seno Aji di depan audiens IKA FISIP Universitas Mulawarman.
3 Pilar Transformasi Kaltim
Biar nggak cuma jadi wacana, Wagub Seno merinci tiga strategi besar untuk masa depan Kaltim:
- Move On dari SDA: Transisi dari ketergantungan sumber daya alam menuju hilirisasi industri yang lebih bernilai tinggi.
- Pertumbuhan Inklusif: Memastikan “kue ekonomi” nggak cuma numpuk di inti IKN, tapi tersebar merata ke seluruh kabupaten/kota di Kaltim.
- SDM Go International: Menyiapkan talenta lokal supaya punya skill yang mampu bersaing di pasar kerja global.
Peta Strategis Sesuai Karakter Wilayah
Seno juga memaparkan pembagian tugas alias mapping wilayah mitra agar lebih fokus:
- PPU & Kukar: Fokus jadi lumbung pangan (pertanian) dan pusat industri.
- Samarinda & Balikpapan: Di-plot sebagai pusat logistik, jasa, dan perdagangan kelas dunia.
Sinkronisasi adalah Kunci
Satu hal yang jadi catatan penting Wagub adalah kolaborasi antara Pemerintah Pusat (melalui Otorita IKN) dengan Pemerintah Daerah. Menurutnya, sinkronisasi kebijakan ini krusial banget supaya pembangunan tetap menghargai kearifan lokal dan sesuai kebutuhan riil warga Kaltim.
Wagub berharap hasil diskusi ini bisa jadi masukan kuat untuk menyusun aturan main (Peraturan Kepala OIKN) soal Daerah Mitra, biar pembangunan IKN benar-benar inklusif dan membawa berkah panjang bagi masyarakat Indonesia Timur. (ant/one)