Keren! Kukar Gak Mau Seni Tradisional Cuma Jadi Kenangan, Pemkab Gaspol Dukung Sanggar Seni
Tenggarong, Kaltim, nusaetamnews.com : Di tengah gempuran tren TikTok dan budaya pop global, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) justru makin kencang menjaga “warisan leluhur”. Lewat program Kukar Idaman, Pemkab berkomitmen memastikan seni tradisional Nusantara tetap eksis dan relevan di mata anak muda.
Langkah konkretnya nggak main-main: mulai dari pembinaan intensif, bantuan alat musik, hingga mempermudah legalitas komunitas seni.
Bukan Sekadar Hobi, Tapi Identitas
Asisten II Sekretariat Kabupaten Kukar, Ahyani Padianur Diani, menegaskan bahwa seni tradisional adalah identitas bangsa yang punya nilai moral tinggi. Menurutnya, di era digital ini, tantangan menjaga budaya lokal makin berat.
“Pelestarian seni budaya daerah itu penting banget supaya nggak tergerus zaman. Kita pengen generasi muda tetap kenal dan bangga sama akar budayanya sendiri,” ujar Ahyani di Tenggarong, Senin (26/1).
Seni Jadi “Magnet” Persatuan
Salah satu bukti nyata dukungan pemerintah terlihat saat penyerahan bantuan alat kesenian untuk kelompok Jaranan Karyo Turonggo Setho di Kelurahan Maluhu, akhir pekan lalu. Menariknya, anggota kelompok ini nggak cuma dari satu suku saja, tapi lintas etnis.
Bagi Pemkab Kukar, fenomena ini adalah sinyal positif bahwa seni bisa jadi “lem” yang merekatkan perbedaan.
- Inklusif: Seni dinikmati semua kalangan tanpa sekat suku.
- Support System: Pemkab hadir memberikan bantuan sarana dan prasarana.
- Go National: Targetnya, sanggar lokal nggak cuma jago kandang, tapi bisa tampil di panggung nasional.
Misi “Kukar Idaman”
Program Penguatan Penggiat Seni dan Budaya Daerah ini memang jadi andalan untuk memperkuat ekosistem kreatif di Kukar. Fokusnya jelas:
- Fasilitasi: Kasih modal peralatan dan tempat latihan.
- Legalitas: Bantu sanggar punya badan hukum biar makin profesional.
- Promosi: Membuka akses panggung pementasan yang lebih luas.
“Kami bangga seni tradisional masih punya tempat di hati masyarakat. Harapannya, anak muda sekarang mau jadi estafet berikutnya yang menjaga kekayaan budaya kita,” tutup Ahyani. (ant/one)