Subscribe

Update Pencarian Korban Terkam Buaya di Paser: Tim SAR Perluas Radius hingga 2 KM

2 minutes read

BALIKPAPAN – Memasuki hari kedua pencarian pada Selasa (20/1), nasib Muhammad Helmi (35), warga Desa Kerang, Kabupaten Paser, masih menjadi tanda tanya besar. Pria yang dilaporkan hilang diterkam buaya saat sedang menjala udang di Sungai Sangkuranai pada Minggu (18/1) lalu, hingga kini belum ditemukan.

Komandan Regu Basarnas Balikpapan, Dwi Adi Wibowo, memastikan seluruh personel SAR gabungan telah dikerahkan secara all-out untuk menyisir aliran sungai.

Detik-Detik Kejadian yang Mencekam

Peristiwa nahas ini bermula pada Minggu sore sekitar pukul 14.30 WITA. Berdasarkan kesaksian rekan korban, saat itu Helmi tengah sibuk mengumpulkan udang hasil tangkapannya di tepi sungai.

Tiba-tiba, sebuah teriakan terdengar. Rekan korban hanya sempat melihat pemandangan memilukan saat Helmi diseret ke dalam air oleh seekor buaya. Warga dan polisi sempat melakukan pencarian awal hingga malam, sebelum akhirnya Basarnas Balikpapan menerima laporan resmi dan langsung meluncur ke lokasi malam itu juga.

Misi Berisiko di “Kandang” Predator

Proses pencarian di Sungai Sangkuranai bukanlah hal mudah. Tim SAR harus berhadapan dengan tantangan alam yang ekstrem:

  • Keberadaan Predator: Buaya dilaporkan masih terlihat berkeliaran di sekitar lokasi kejadian (LKP), sehingga personel harus ekstra waspada.
  • Arus Sungai Labil: Kondisi arus yang berubah-ubah menghambat pergerakan perahu karet.
  • Jarak Tempuh: Lokasi kejadian berada sekitar 170 km dari Balikpapan, atau memakan waktu sekitar 5-6 jam perjalanan darat.

“Kami mengutamakan keselamatan personel karena ancaman buaya itu nyata. Tapi, operasi tetap kita maksimalkan sesuai rencana,” ungkap Dwi Adi.

Strategi Pencarian Hari Kedua

Hingga Selasa sore, tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, kepolisian, dan warga setempat terus menyisir sungai menggunakan perahu karet dan perahu nelayan.

  • Radius Pencarian: Diperluas hingga 2 kilometer dari titik awal kejadian ke arah muara.
  • Metode: Penyisiran alur sungai secara visual dan pemantauan di titik-titik yang dicurigai.

Basarnas menegaskan bahwa operasi SAR akan terus dilakukan hingga korban ditemukan atau sesuai dengan standar operasional prosedur yang berlaku. Mari kita doakan agar proses pencarian ini segera membuahkan hasil. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *