Subscribe

Kaltim Siapkan 4 “Hidden Gems” Sejarah untuk Jadi Cagar Budaya Nasional di 2026!

2 minutes read

SAMARINDA , nusaetamnews.com : Kalimantan Timur nggak cuma soal Ibu Kota Nusantara (IKN). Tahun 2026 ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim tancap gas buat mematenkan kekayaan sejarah mereka. Nggak tanggung-tanggung, ada empat objek cagar budaya ikonik yang diusulkan naik status ke peringkat nasional!

Langkah ini diambil biar warisan nenek moyang kita dapet perlindungan dan perhatian yang lebih ekstra dari pemerintah pusat.

“Tahun ini ada upaya serius untuk menetapkan cagar budaya ke peringkat nasional demi perlindungan yang lebih luas,” ungkap Pamong Budaya Disdikbud Kaltim, Lucia Dyah Prasetyarini, Senin (19/1/2026).

Siapa Saja Kandidatnya?

Dari arsitektur unik sampai situs purbakala dunia, ini dia daftar objek yang lagi diproses pemberkasannya:

  1. Lamin Tolan (Kutai Barat): Representasi arsitektur vernakular yang super estetik dan penuh makna.
  2. Karst Sangkulirang-Mangkalihat (Kutai Timur): Bentang alam kelas dunia yang punya jejak sejarah manusia purba.
  3. Masjid Shirathal Mustaqiem (Samarinda): Masjid tua legendaris yang jadi saksi bisu perkembangan Islam di Samarinda.
  4. Museum Sadurengas (Paser): Pusat memori kolektif masyarakat Paser yang sarat akan nilai sejarah.

Kenapa harus buru-buru? Lucia menjelaskan kalau saat ini baru ada satu objek di Kaltim yang berstatus nasional, yaitu Masjid Jami di Tenggarong. It’s time to add more!

Nggak Cuma Bangunan, Seni Juga “Glowing”

Disdikbud Kaltim nggak cuma fokus ke benda mati. Di tahun 2026 ini, mereka punya sederet program cool buat anak muda:

  • Gerakan Seniman Masuk Sekolah: Cara asik buat para pro di bidang seni nurunin ilmunya langsung ke pelajar. Biar seni tradisi nggak kalah saing sama tren TikTok!
  • Lawatan Sejarah: Ajak generasi milenial dan Gen Z buat healing sambil belajar jejak tradisi lokal.
  • Sertifikasi Pelaku Budaya: Biar para seniman dan pengelola lembaga kesenian makin profesional dan punya standar manajemen yang oke.

“Kita juga fokus pada pengembangan kesenian tradisional dan penguatan aspek kelembagaan,” tambah Luci. (Ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *