Subscribe

Lawan ‘Udang di Balik Batu’! Menteri Bahlil Bongkar Drama Mafia Impor di Balik Kebakaran RDMP Balikpapan

2 minutes read

BALIKPAPAN, nusaetamnews.com : Proyek raksasa RDMP (Refinery Development Master Plan) Balikpapan ternyata nggak cuma soal bangun kilang, tapi juga soal “perang” melawan kepentingan gelap. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, secara blak-blakan mengungkap adanya indikasi sabotase yang ingin menghambat Indonesia meraih swasembada energi.

Di depan Presiden Prabowo Subianto saat peresmian proyek di Kantor PT Kilang Pertamina Internasional RU V, Senin (12/1/2026), Bahlil membongkar misteri kebakaran yang sempat bikin target proyek ini meleset.

“Ada bagian yang terbakar. Saya nggak mengerti ini terbakar karena ‘dibakar’ atau faktor lain. Setelah saya perintahkan investigasi, ternyata ada udang di balik batu,” tegas Bahlil dengan nada tinggi.

Siapa yang Gak Rela Indonesia Mandiri?

Bahlil menuding ada pihak-pihak yang “gerah” kalau Indonesia berhenti jadi negara tukang impor BBM. Maklum, RDMP Balikpapan adalah ancaman nyata bagi cuan besar para importir selama ini.

“Maunya kita terus impor, impor, dan impor. Begitu kilang ini jadi, mata rantai bisnis mereka terancam. Makanya muncul upaya penghambatan,” tambahnya.

Fakta ‘Gokil’ RDMP Balikpapan:

  • Kilang Terbesar RI: Kapasitas naik drastis dari 260 ribu ke 360 ribu barel per hari.
  • Hemat Devisa: Indonesia bisa menghemat Rp60 triliun per tahun! Uang yang tadinya buat bayar impor bisa dialihkan buat pembangunan lain.
  • Kualitas Euro V: BBM yang dihasilkan lebih bersih dan ramah lingkungan.
  • Bye-bye Impor Solar: Target impor solar jenis tertentu bakal jadi NOL di semester kedua tahun ini berkat dukungan program B40 dan B60.

“Demi Merah Putih, Nyawa Pun Kita Serahkan”

Bahlil sadar langkah beraninya menyikat jalur impor ini bakal bikin “ramai” dan memancing perlawanan balik dari para pemain lama. Namun, ia menegaskan pemerintah nggak akan mundur sejengkal pun.

“Pasti nanti ramai yang bilang Menteri ESDM potong jalur barang importir. Tapi nggak masalah. Ini perintah Pasal 33 UUD 1945. Demi Merah Putih, nyawa pun kita serahkan,” ucap Bahlil berapi-api.

Dampak Ekonomi Raksasa

Bukan cuma soal bensin, proyek ini diproyeksikan menyumbang PDB nasional hingga Rp514 triliun per tahun. RDMP Balikpapan kini resmi jadi simbol perlawanan Indonesia terhadap ketergantungan asing sekaligus bukti negara hadir untuk menyiapkan energi murah bagi rakyatnya.

Bagi milenial dan Gen Z, selesainya proyek ini adalah sinyal kalau Indonesia serius ingin berdaulat dan nggak mau lagi didikte oleh kepentingan “mafia” global. (ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *