Gak Cuma Kasih Lahan, Badan Bank Tanah Sulap Warga PPU Jadi Juragan Buah di Kawasan IKN!
PENAJAM PASER UTARA — Badan Bank Tanah gak mau setengah-setengah dalam mengawal program Reforma Agraria di Penajam Paser Utara (PPU). Setelah memberikan lahan bagi warga terdampak Proyek Strategis Nasional (PSN) penunjang IKN, kini mereka terjun langsung memberikan “amunisi” agar lahan tersebut jadi mesin uang baru bagi warga.
Dari Lahan Kosong Jadi Kebun Produktif
Melalui program pemberdayaan, Badan Bank Tanah mendistribusikan 200 bibit pohon buah kepada warga penerima manfaat. Langkah ini diambil agar lahan yang sudah diserahkan tidak menganggur, melainkan dikelola secara produktif.
“Kami ingin warga lebih produktif memanfaatkan lahan reforma agraria ini,” ungkap Nova Suryandaru, Kepala Bagian Perencanaan dan Pelaksanaan Reforma Agraria Badan Bank Tanah, Sabtu (10/1).
Apa saja bantuan yang diberikan?
- Bibit Unggul: Durian, mangga, rambutan, dan kelengkeng (dipilih karena paling cocok dengan iklim tropis lokal).
- Pupuk Berkualitas: Disiapkan langsung oleh Badan Bank Tanah untuk memastikan nutrisi tanaman terpenuhi.
- Pendampingan Expert: Kerja sama dengan penyuluh pertanian dari Pemkab PPU untuk edukasi cara tanam dan perawatan yang tepat.
Bukan Sekadar Bantuan, Tapi Investasi Masa Depan
Program ini merupakan follow-up setelah penyerahan sertifikat hak pakai kepada sekitar 40 warga. Tujuannya jelas: menciptakan ekonomi berkelanjutan yang ramah lingkungan di wilayah penyangga IKN.
Tamsil, salah satu warga yang menerima program ini, mengaku sangat terbantu. Baginya, edukasi teknis dari penyuluh pertanian adalah kunci. “Dulu lahan ini nggak terawat, sekarang sudah mulai ditanami buah-buahan dengan teknik yang benar. Ini harapan baru buat ekonomi keluarga kami ke depan,” ujarnya optimis.
Next Step: Program Berkelanjutan
Pemberdayaan ini dipastikan bukan yang terakhir. Badan Bank Tanah berkomitmen untuk terus menghadirkan program lanjutan agar pemanfaatan lahan di PPU tetap produktif dalam jangka panjang. Selain menjanjikan secara ekonomi, aksi menanam pohon keras ini juga menjadi kontribusi warga dalam menjaga kelestarian lingkungan di sekitar Ibu Kota Nusantara. (ant/one)