Subscribe

Jembatan Mahulu ‘Lampu Kuning’! Dua Kali Dihantam Tongkang Batu Bara dalam Sebulan

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com :  Alarm keras buat keselamatan infrastruktur di Samarinda! Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) kembali jadi korban hantaman tongkang bermuatan batu bara. Ironisnya, insiden ini adalah yang kedua kalinya terjadi hanya dalam kurun waktu satu bulan terakhir.

Peristiwa terbaru pecah pada Minggu dini hari (5/1) sekitar pukul 01.17 WITA. Tak hanya menyenggol pilar jembatan, tongkang yang lepas kendali ini juga ikut menghancurkan rumah warga di bantaran sungai.

Detik-Detik Mencekam di Sengkotek

Warga di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kelurahan Sengkotek, sempat dibuat panik bukan main. Ketua RT setempat, Setia Budi, menceritakan bahwa sebelum tabrakan terjadi, terdengar suara mesin kapal yang aneh dibarengi teriakan panik para kru kapal.

“Tongkangnya kelihatan berputar-putar nggak terkendali, kayak lagi nyari tempat sandar darurat. Sampai akhirnya bagian belakangnya (buritan) menghantam rumah warga,” ungkap Budi.

Rumah milik Ribut Waluyo jadi korban hantaman keras kapal raksasa tersebut. Beruntung, tim gabungan dari Polresta Samarinda dan Polairud langsung bergerak cepat mengamankan lokasi.

ABK Ditahan, Tim Fokus Evakuasi

Pihak kepolisian tidak tinggal diam. Seluruh Anak Buah Kapal (ABK) dari Tugboat Bloro 7 dan Tugboat Raja Laksana 166 langsung diamankan untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Ipda Rifqhi Sactio dari Polresta Samarinda mengonfirmasi timnya langsung meluncur ke lokasi begitu menerima laporan. “Kami fokus pada pengamanan dan evakuasi. Proses evakuasi tongkang sendiri akhirnya rampung sekitar pukul 03.50 WITA,” jelasnya.

Catatan Merah Awal Tahun 2026

Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan air di bawah Jembatan Mahulu. Sebelumnya, kejadian serupa juga baru saja terjadi pada 23 Desember 2025 lalu. Rentetan kejadian ini tentu memicu tanya besar soal keamanan alur pelayaran di kawasan tersebut.

Pihak Pelindo Regional 4 Samarinda dan Subholding Pelindo Jasa Maritim (SPJM) menyatakan telah menjalankan prosedur standar darurat dengan mengerahkan armada tunda untuk mitigasi risiko.

Namun, bagi warga Samarinda, pertanyaan utamanya tetap satu: Sampai kapan pilar jembatan kebanggaan mereka harus terus ‘diuji’ oleh tongkang yang lewat? (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *