Subscribe

Gaspol! Diskominfo Kaltim Tembus Target 803 Desa Terkoneksi Internet, Fokus 2026: Libas Area Blank Spot

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : Upaya digitalisasi di “Bumi Etam” makin kencang. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur sukses mencatatkan prestasi melampaui target dalam penyediaan akses internet pedesaan.

Kepala Diskominfo Kaltim, Muhammad Faisal, mengungkapkan bahwa dari target awal 716 desa, timnya berhasil mengeksekusi hingga 803 desa yang kini sudah online secara aktif.

“Target kami tahun lalu sebenarnya 716 desa, tapi realisasinya tembus 803 desa. Sekarang sudah terkoneksi internet aktif,” ujar Faisal di Samarinda, Selasa (6/1).

Strategi 2026: Fokus ke Desa Terpencil

Memasuki tahun 2026, fokus Diskominfo mulai bergeser. Buat desa-desa yang dekat dengan kota dan punya jaringan stabil, pengelolaan paket internet bantuannya akan diserahkan ke pemerintah kabupaten/kota masing-masing.

Langkah ini diambil supaya Pemprov bisa all-out mengurus desa-desa yang statusnya masih benar-benar “blank spot” atau belum tersentuh sinyal sama sekali.

PR Besar: Listrik & Aturan TKDN

Meski progresnya positif, tantangan di lapangan ternyata masih cukup berat. Dari total 841 desa di Kaltim, masih ada 125 desa yang belum punya akses listrik. Tanpa listrik, otomatis pemasangan perangkat internet jadi mustahil.

Selain masalah infrastruktur dasar, ada beberapa hambatan lain:

  • Wewenang Tower: Pembangunan fisik menara telekomunikasi (tower) ada di ranah pemerintah pusat, bukan provinsi.
  • Regulasi Satelit: Penggunaan satelit orbit rendah (low orbit satellite) yang sebenarnya murah dan cepat, masih terganjal regulasi pusat dan kebijakan nasionalisasi.
  • Dilema Produk Lokal (TKDN): Pemerintah mewajibkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 30-40%. Padahal, mayoritas hardware IT canggih di pasar masih didominasi produk impor.

“Ini tantangan tersendiri buat kami. Peralatan IT kebanyakan masih barang asing, sementara kita harus patuh aturan penggunaan produk lokal,” tambah Faisal.

Solusi Masa Depan Faisal memastikan koordinasi lintas sektor terus berjalan. Tujuannya satu: memastikan warga di pelosok Kaltim tidak tertinggal di era digital, meskipun harus berhadapan dengan keterbatasan infrastruktur dasar dan aturan birokrasi yang ketat. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *