Cahaya di Gerbang Nusantara: Merajut Damai dan Inklusi dalam Natal Kaltim 2025
SAMARINDA – Rintik hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Kalimantan Timur pada Kamis (25/12/2025) tak menyurutkan hangatnya suasana Natal. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang terus dikebut, Bumi Etam bersolek dengan warna-warni toleransi yang kental, membuktikan bahwa identitas sebagai “Miniatur Indonesia” tetap terjaga kokoh.
Gema Kidung di Balik Sterilisasi
Sejak Rabu malam, suasana khidmat menyelimuti 107 gereja di Samarinda dan puluhan lainnya di Balikpapan serta Bontang. Di Gereja Katedral Santa Maria Samarinda dan Gereja Santa Theresia Balikpapan, jemaat membeludak hingga ke halaman, namun tetap tertib di bawah penjagaan ketat aparat gabungan.
Kapolda Kaltim bersama jajaran Forkopimda turun langsung melakukan patroli motor, menyapa jemaat, dan memastikan “Operasi Lilin 2025” berjalan mulus. Menariknya, sterilisasi gereja oleh tim Jihandak Brimob kini dilakukan dengan lebih humanis, memberikan rasa aman tanpa menciptakan ketegangan.
“Tugas kami bukan hanya menjaga gedung, tapi memastikan kebahagiaan warga merayakan imannya tanpa rasa cemas,” ujar salah satu personel keamanan di sela tugasnya.
Bakti Sosial: Dari Panti hingga Penjaga Makam
Natal tahun ini bukan hanya soal selebrasi di altar. Polda Kaltim dan berbagai komunitas gereja menginisiasi gerakan “Diakonia Kasih” yang menyasar kelompok rentan. Mulai dari Panti Asuhan Marturya di Sepinggan hingga para penjaga makam di KM 15 Balikpapan mendapat kejutan berupa paket sembako dan bantuan tunai.
Tak mau ketinggalan, sektor swasta seperti PT Rea Kaltim Plantations turut menyalurkan puluhan ekor hewan untuk mendukung perayaan komunitas lokal. Ini adalah bukti bahwa perputaran energi positif Natal di Kaltim melintasi batas-batas institusi.
Geliat Ekonomi: Uang Baru dan Dana Desa
Di balik aspek spiritual, Natal 2025 membawa dampak ekonomi yang signifikan. Bank Indonesia Perwakilan Kaltim mencatat lonjakan kebutuhan uang tunai hingga Rp4,8 triliun, naik 17,4% dibanding tahun lalu. Kas keliling penukaran uang baru tampak diserbu warga di area-area sekolah Kristiani dan pusat keramaian sejak pertengahan Desember.
Kabar baik juga datang dari sektor pemerintahan. Realisasi Transfer ke Daerah (TKD) yang mencapai Rp37,43 triliun tahun ini memberikan kepastian bagi desa-desa di pelosok Kaltim untuk merayakan Natal dengan tenang. Dana Desa yang cair tepat waktu dialokasikan untuk penanganan stunting hingga bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga kurang mampu, memastikan “kado” pembangunan terasa hingga ke hulu sungai Mahakam.
Refleksi dari Palungan ke Hutan
Tahun 2025 juga menandai kesadaran baru tentang isu lingkungan dalam perayaan keagamaan. Di beberapa gereja, kampanye “Natal Hijau” mulai bergaung. Pohon Natal dari bahan daur ulang dan imbauan mengurangi sampah plastik menjadi tren baru di kalangan milenial Kristen Kaltim.
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengingatkan bahwa peringatan Natal kali ini beriringan dengan puncak musim penghujan. Kesadaran untuk menjaga lingkungan dan waspada terhadap cuaca ekstrem menjadi “doa” tambahan dalam setiap liturgi yang dipanjatkan.
Natal 2025 di Kaltim akhirnya bukan sekadar tentang lampu yang berkelap-kelip, melainkan tentang bagaimana setiap elemen—pemerintah, aparat, umat, dan warga—berkolaborasi menjaga harmoni di tanah masa depan Indonesia. Kedamaian yang dirasakan di Kaltim hari ini adalah fondasi bagi IKN dan seluruh Nusantara esok hari. (setia wirawan)