Subscribe

Kaltim Kebanjiran Dana Pusat! Tembus Rp37,43 Triliun, Mayoritas dari Bagi Hasil

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terus menjadi “anak emas” dalam penyaluran dana pusat. Hingga 30 November 2025, realisasi Transfer ke Daerah (TKD) untuk Bumi Etam tercatat menyentuh angka fantastis, yakni Rp37,43 triliun.

Angka jumbo ini didominasi oleh Dana Bagi Hasil (DBH) yang mencapai Rp29,1 triliun. Hal ini membuktikan bahwa kontribusi sumber daya alam Kaltim memang berdampak besar pada balik modal pembangunan di daerah.

Bocoran Rincian Dana: Bukan Cuma DBH

Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan (DJPb) Kaltim, Edih Mulyadi, mengungkapkan bahwa selain DBH, ada “kue” anggaran sebesar Rp8,33 triliun yang dibagi-bagi ke berbagai pos penting.

“Sisanya dialokasikan untuk Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), insentif daerah, hingga dana desa,” jelas Edih di Samarinda, Kamis.

Berikut adalah breakdown alokasi dananya:

  • DAU: Rp5,25 triliun
  • DAK: Rp2,39 triliun
  • DID (Insentif): Rp59,48 miliar
  • Dana Desa: Rp626,55 miliar (tahap berjalan dari total pagu Rp809,7 miliar)

Dana Desa Naik Terus, Buat Apa Saja?

Menariknya, Dana Desa di Kaltim konsisten naik selama tiga tahun terakhir. Dari Rp777,27 miliar di 2023, kini di 2025 melesat jadi Rp809,7 miliar. Dana ini dibagikan ke 841 desa di tujuh kabupaten.

Kutai Kartanegara menjadi penerima paling besar dengan alokasi Rp200,5 miliar untuk 193 desa, disusul Kutai Barat (Rp151,3 miliar) dan Kutai Timur (Rp150,3 miliar).

Lantas, uang sebanyak itu dipakai buat apa? Edih menyebut fokusnya adalah kesejahteraan warga, mulai dari:

  1. BLT Desa: Maksimal 15% untuk hapus kemiskinan ekstrem.
  2. Kesehatan: Fokus ke penanganan stunting.
  3. Ketahanan Pangan & Iklim: Mitigasi perubahan cuaca.
  4. Digitalisasi: Biar desa nggak gaptek dan makin maju secara ekonomi.
  5. Operasional Desa: Dibatasi maksimal 3%.

Support buat UMKM: Modal Usaha Makin Gampang

Gak cuma buat pemerintah daerah, pemerintah pusat juga menyuntikkan modal langsung ke pelaku usaha di Kaltim lewat skema kredit.

Sepanjang 2025 hingga November, sebanyak 13.649 warga sudah mencicipi kredit Ultra Mikro (UMi) dengan total Rp73,96 miliar. Sementara untuk skala yang lebih besar, Kredit Usaha Rakyat (KUR) telah tersalurkan sebesar Rp3,78 triliun kepada lebih dari 49 ribu debitur.

Langkah ini diharapkan bisa bikin UMKM di Kaltim makin scale up dan kuat menghadapi tantangan ekonomi tahun depan. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *