Bukan Sekadar Hutan Beton, IKN Buktikan Diri Sebagai “Kota Rimba” Lewat Potret Alam Nusantara
Penajam Paser Utara – Sejauh mana pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) tetap menjaga kelestarian alam? Jawabannya ada pada pendekatan Sustainable Development yang benar-benar berpijak pada kekuatan alam. Otorita IKN menegaskan bahwa pembangunan di Kalimantan Timur ini bukan tentang menggusur hutan, tapi justru hidup berdampingan dengannya.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menjelaskan bahwa konsep Kota Hutan (Forest City) adalah harga mati untuk masa depan IKN.
Bukti Otentik: Buku “Potret Alam Nusantara”
Untuk mematahkan kekhawatiran publik soal kerusakan hutan, Otorita IKN merilis sebuah mahakarya berjudul Potret Alam Nusantara. Buku setebal 119 halaman ini bukan sekadar pajangan, melainkan dokumentasi nyata hasil pengamatan biodiversitas di jantung IKN.
Di dalamnya, kamu bisa melihat “warga asli” IKN yang tetap eksis, seperti:
- Julang Emas yang megah.
- Owa Kelawat yang lincah.
- Kubung Malaya, hingga beragam fauna eksotis lainnya.
“Dokumentasi ini adalah bagian dari misi besar kita menjadikan IKN kota yang ramah satwa. Kita ingin ada keseimbangan antara manusia dan alam,” ujar Myrna di Sepaku, Sabtu (20/12).
Kolaborasi Bareng Komunitas “Birding”
Buku ini nggak dibuat sendirian. Otorita IKN menggandeng para ahli dan komunitas yang memang passionate di bidangnya, mulai dari Perkumpulan Mandala Katalika (MANKA), didukung oleh Burung Indonesia, Burungnesia, hingga Komunitas Pengamat Burung Nusantara. Hasilnya? Sebuah potret akurat mengenai kekayaan alam yang harus kita jaga bareng-bareng.
Target 65% Kawasan Hutan Tropis
Tahun 2025 menjadi tahun yang sibuk untuk urusan tanam-menanam. Myrna menyebutkan, peluncuran buku ini juga menandai capaian masif penanaman pohon sepanjang tahun ini. Targetnya ambisius tapi keren banget: 65% wilayah IKN akan menjadi kawasan hutan tropis!
Langkah ini adalah fondasi agar IKN nggak cuma jadi kota masa depan yang canggih secara teknologi, tapi juga selaras dengan alam sebagai warisan untuk generasi mendatang. (ant/one)