Subscribe

Anti-Panic Buying! Strategi Kaltim Jaga Harga Pangan Tetap ‘Stabil’ Jelang Nataru 2025

2 minutes read

SAMARINDA (nusaetamnews.com) :  Menjelang peak season Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur nggak mau kecolongan soal harga kebutuhan pokok. Biar kantong warga nggak “jebol” karena harga cabai atau beras yang mendadak selangit, Pemprov Kaltim resmi memperketat pengawasan inflasi.

Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, memberi sinyal waspada. Meski inflasi Kaltim saat ini masih di bawah rata-rata nasional, ada potensi kenaikan hingga 0,6% di akhir tahun kalau nggak segera diintervensi.

Data Ciamik, Tapi Tetap Waspada

Sampai November 2025, angka inflasi Kaltim sebenarnya masih cukup “sehat”:

  • Year on Year (YoY): 2,28%
  • Year to Date (YTD): 1,96%

“Potensi kenaikan itu nyata, tapi dengan respons cepat, semuanya tetap bisa kita kendalikan,” ujar Seno Aji dalam High Level Meeting TPID di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Kamis (18/12/2025).

Highlight Ketahanan Pangan: Beras Aman, Sayur Perlu Perhatian

Buat kamu yang khawatir stok beras, tenang saja! Produksi lokal Kaltim sudah tembus 160 ribu ton. Ditambah lagi, Bulog lagi rajin-rajinnya menyerap gabah petani. Jadi, stok nasi buat pesta akhir tahun dipastikan aman.

Tapi, ada catatan kecil nih:

  1. Si Pedas Cabai: Masih jadi komoditas yang harganya suka “liar”.
  2. Logistik Sayuran: Karena masih banyak dipasok dari luar daerah, gangguan distribusi sedikit saja bisa bikin harga di pasar melonjak. Distribusi is key!

Efek IKN: Tantangan Baru di Masa Depan

Bukan cuma soal Nataru, Wagub Seno Aji juga menyoroti efek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan banyaknya pendatang baru, permintaan barang dan jasa pasti naik drastis.

“Pertumbuhan penduduk karena IKN bakal berdampak ke sisi demand. Kita harus prepare dari sekarang supaya harga nggak kaget,” tambahnya.

Pantau Harga Pake Tech: Aplikasi Mandau Kaltim

Kerennya, pengendalian harga di Kaltim sekarang sudah berbasis data real-time. Pemprov pakai aplikasi Mandau Kaltim buat memantau pergerakan harga. Jadi, kalau ada harga komoditas yang mulai nggak wajar di satu daerah, pemerintah bisa langsung kirim “bantuan” atau intervensi pasar secara tepat sasaran.

Closing Statement

Di akhir pertemuan yang juga dihadiri Sekda Sri Wahyuni dan Kepala BI Kaltim Budi Widihartanto ini, Wagub meminta semua dinas terkait (pangan, transportasi, hingga kebencanaan) untuk siaga 24/7. Cuaca ekstrem dan lonjakan mudik jangan sampai menghambat distribusi pangan. Singkatnya: Pemerintah sudah pasang badan, jadi jangan panic buying ya, guys! (Ray)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *