Subscribe

Gas Pol! Puskesmas Berau Wajib Siaga 24 Jam Sambut Libur Nataru

2 minutes read

BERAU, Kaltim (nusaetamnews.com)  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau, Kalimantan Timur, pasang kuda-kuda jelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Semua Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah ini diminta siaga total 24 jam demi memastikan pelayanan kesehatan (Yankes) masyarakat tetap sat set, aman, dan berkualitas.

Wabup Berau, Gamalis, menegaskan bahwa libur bukan berarti layanan ikut libur. “Kepada jajaran semua puskesmas, kami harap naikkan level kesiapsiagaan dan intensitas pelayanan selama libur Nataru. Ini langkah antisipasi banget buat potensi lonjakan kunjungan pasien,” kata Gamalis di Tanjung Redeb, Selasa.

Menurutnya, layanan kesehatan itu harus tetap optimal karena tugas utama aparatur adalah melayani, titik.

Puskesmas Biduk-Biduk: ‘Tembok’ Kesehatan Lintas Batas

Fokus perhatian Pemkab kini juga mengarah ke Puskesmas Biduk-Biduk. Pekan lalu, Gamalis sempat blusukan ke sana. Kenapa Biduk-Biduk? Karena puskesmas ini bukan cuma melayani warga Berau, tapi juga jadi rujukan andalan buat warga Kecamatan Sandaran di Kutai Timur (Kutim), lho! Ini artinya, fasilitas dan kualitas layanan di sana harus super optimal biar bisa cover kebutuhan kesehatan lintas kabupaten.

Komitmen Pemkab Berau: “Kami committed banget buat memperkuat layanan kesehatan dasar. Masyarakat harus dapat layanan yang aman, cepat, dan berkualitas, termasuk di wilayah pesisir dan perbatasan,” ujar Gamalis.

Fasilitas Ready, Tapi Ada PR Klasik!

Hasil monitoring di UPT Puskesmas Biduk-Biduk menunjukkan kabar baik: mereka siap tempur menghadapi lonjakan layanan selama Nataru. Fasilitas sudah cukup memadai untuk menjalankan prosedur layanan rawat inap 24 jam. Ditambah lagi, ada dua dokter umum yang standby untuk memberikan pelayanan ekstra intensif selama masa libur.

Namun, di balik kesiapan itu, Gamalis menyoroti satu PR klasik yang harus segera diatasi: pasokan listrik.

“Meskipun sudah siap, ada satu hal yang wajib banget jadi perhatian buat keberlanjutan layanan kesehatan, yaitu persoalan listrik. Sejumlah alat medis penting, termasuk layanan laboratorium dan farmasi, sangat bergantung pada ketersediaan listrik yang stabil,” tutupnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *