Aceh Gandeng Duo Raksasa PBB: UNDP & UNICEF Turun Tangan Berbenah Pasca-Bencana!
BANDA ACEH, GASS POLL – Pemerintah Aceh mengambil langkah cekat dengan meminta bantuan dua lembaga internasional di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF), untuk membantu proses penanganan pascabencana banjir bandang dan longsor di Tanah Rencong.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, mengonfirmasi permintaan ini di Banda Aceh, Senin. “Pemerintah Aceh secara resmi telah menyampaikan permintaan keterlibatan beberapa lembaga internasional,” katanya, menjelaskan bahwa keputusan ini didasari pada pengalaman sukses pasca-Tsunami 2004, di mana power dari UNDP dan UNICEF sangat terasa.
Relawan Banjir! 77 Lembaga & Hampir 2.000 Volunteers Sudah On The Spot
Selain melobi PBB, MTA juga mengungkap bahwa vibe solidaritas di Aceh sedang tinggi. Tercatat sudah ada 77 lembaga (lokal, nasional, dan internasional) dengan total 1.960 relawan yang telah mendaftarkan diri di Desk Relawan BNPB dan Posko Aceh. Angka ini diprediksi akan terus bertambah.
“Kehadiran lembaga dan relawan ini, diharapkan dapat memperkuat kerja-kerja kedaruratan dan pemulihan bencana yang sedang dilaksanakan oleh instansi pemerintahan,” ujar MTA, menyoroti sinergi antara TNI, Polri, BNPP, BPBA Aceh, Basarnas, Pemda, Ormas/OKP, hingga masyarakat.
Beberapa nama tenar yang sudah terdaftar antara lain Save The Children, Islamic Relief, FKKMK UGM, Baznas, EMT AHS UGM, Koalisi NGO HAM, dan Yayasan Geutanyoe.
Atas nama masyarakat dan korban, Gubernur Aceh mengucapkan terima kasih banget atas support dan kontribusi yang mengalir deras untuk memulihkan Aceh.
“Berbagai langkah kebijakan strategis dalam upaya pemulihan Aceh akan terus kita lakukan atas supervisi pemerintah pusat. Mari kita terus bersatu dalam upaya mewujudkan Aceh lebih baik, dan bangkit dari bencana ini,” tutup Muhammad MTA, mengajak semua pihak untuk solid dan move on dari musibah. (ant/one)