Harga Bahan Pokok Kaltim “Ngegas” Jelang Nataru: Cabai Rawit Meroket 17% Lebih!
Samarinda, Nusaetamnews.com: Gengs, siap-siap! Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop) Provinsi Kalimantan Timur lagi gaspol ngecek distribusi sembako. Kenapa? Karena harga komoditas utama di sana lagi naik turun kayak roller coaster!
Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop Kaltim, Ali Wardana, di Samarinda, Sabtu, kasih update yang bikin mata melotot:
- Cabai Rawit Merah: Ini dia juara meroketnya! Naik gila-gilaan 17,89 persen dari minggu lalu. Rata-ratanya sekarang udah nyentuh Rp64.704 per kilogram! Parahnya, stok cabai ini kritis banget, cuma bisa bertahan cuma 0,3 bulan. Duh!
- Bawang Merah: Ikutan merangkak naik 6,12 persen, dengan rata-rata harga Rp53.672 per kilogram per 11 Desember 2025.
Kaltim, Emang Beda!
Pemerintah sendiri ngaku, harga bahan pokok di Bumi Etam (Kaltim) emang lebih mahal dibanding rata-rata nasional, bahkan dari Jawa Timur, lho.
“Contohnya, harga beras medium di Kaltim udah Rp15.193 per kilogram, padahal rata-rata nasional cuma Rp14.500 per kilogram,” jelas Ali. Wih, bedanya lumayan.
Pedagang “Nakal” Kena Semprot!
Ali Wardana juga bilang, mereka udah nemuin indikasi pelanggaran di Balikpapan. Ada pedagang yang nekat jual beras premium dan medium di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang udah ditetapin pemerintah.
Enggak pake lama, Disperindagkop langsung kasih teguran tertulis tegas biar pasar stabil lagi.
Jurus Jitu Redam Kenaikan Harga
Biar emak-emak dan bapak-bapak enggak panik buying, Disperindagkop udah nyiapin strategi andalan: Operasi Pasar Murah (OPM)!
- OPM bakal diintensifkan di 26 titik sepanjang tahun 2025.
- Fokus OPM bulan Desember ini bakal nyasar Kabupaten Paser, Kota Samarinda, sampai kawasan Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) di Sepaku.
Pesan buat warga: Santai aja, Guys! Stok komoditas lain kayak daging sapi masih aman sentosa, bisa bertahan sampai 1,1 bulan.
“Kita pastikan, pengawasan pasokan dan pencegahan penimbunan bakal terus efektif sampai ganti tahun nanti,” tutup Ali, menjamin ketersediaan. (ant/one)