Subscribe

Bukan Cuma Gede, Kilang Balikpapan Ngebut Produksi BBM Euro V! Lebih Clean buat Langit Indonesia

2 minutes read

BALIKPAPAN (NUSAETAMNEWS.COM) – Proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Pertamina Balikpapan nggak main-main. Upgrade ini bukan cuma bikin kapasitas pengolahan melonjak dari 260 ribu jadi 360 ribu barel per hari—tapi yang paling penting, kilang ini bakal menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) kualitas Euro V yang super ramah lingkungan!

Menurut Pejabat Sementara Sekretaris Perusahaan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Milla Suciyani, produk dari RDMP Balikpapan ini “efisien secara teknis, tapi juga green dan adaptif terhadap masa depan,” katanya, Rabu (10/12).

Euro V: BBM Rendah Sulfur, Mesin Lebih Awet!

Apa itu Euro V? Ini adalah standar emisi ketat yang ditetapkan Uni Eropa sejak 2009. BBM dengan standar ini punya kadar sulfur maksimal 50 part per million (ppm).

Kenapa ini krusial?

  • Udara Lebih Bersih: Lebih sedikit sulfur berarti gas buang kendaraan jauh lebih bersih dan polutan berbahaya ditekan.
  • Mesin Lebih Awet: Sulfur tinggi merusak catalytic converter dan komponen mesin modern bertekanan tinggi. Dengan kadar sulfur rendah, mesin diesel modern akan lebih panjang umur dan performanya terjaga.

“Indonesia tidak mau ketinggalan. Kita juga ikut menciptakan bumi yang lebih baik dan lebih bersih,” ujar Milla.

Bahaya Sulfur Tinggi: Bukan Sekadar Polusi

Milla menjelaskan, sulfur tinggi dalam BBM itu bukan cuma masalah polusi biasa. Saat dibakar, sulfur menghasilkan senyawa SOx (Sulfur Oksida) yang jadi biang keladi:

  1. Hujan Asam: Kontribusi besar pada kerusakan lingkungan.
  2. Kesehatan: Paparan SOx bisa menyebabkan iritasi mata, kulit, dan paling parah, memperburuk asma, penyakit paru, hingga risiko kerusakan jantung, sesuai catatan WHO.

Untuk mengatasi ini, BBM rendah sulfur dihasilkan berkat teknologi terkini yang dipasang di kilang, termasuk unit Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC) yang mampu mengolah residu minyak jadi produk bernilai tinggi sekaligus menghasilkan BBM Euro V.

Visi Clean Energy & Ekonomi Rp126 T

Langkah Pertamina ini sejalan dengan tren global transisi energi rendah emisi.

  • Tren Global: Laporan World Economic Forum 2025 mencatat, percepatan transisi energi terjadi di 65 persen negara di dunia.
  • Investasi Raksasa: Proyek RDMP menelan investasi hingga USD 7,4 miliar atau sekitar Rp126 triliun.
  • Visi Indonesia Emas 2045: Proyek ini diklaim menjadi proyek strategis yang memperkuat infrastruktur energi nasional dan mendukung visi masa depan Indonesia.

Plus, proyek ini juga punya impact besar ke ekonomi lokal. Dengan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 35 persen, RDMP Balikpapan mendorong pertumbuhan industri pendukung seperti baja, logistik, dan konstruksi.

Saat masa konstruksi puncaknya di 2024, proyek ini menyerap sampai 24 ribu tenaga kerja, lho! Ribuan pekerja ini ngasih dampak positif ke UMKM penyedia makanan, transportasi, dan akomodasi di Balikpapan dan sekitarnya. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *