Bongkar Habis! KPK Bedah 8 Celah Korupsi di Karier ASN: Dari Rekrutmen Sampai Promosi, Rawan Gratifikasi!
JAKARTA,NUSAETAMNEWS.COM : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang serius membongkar titik-titik rawan gratifikasi di internal Aparatur Sipil Negara (ASN). Fokusnya? Siklus manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) ASN, mulai dari rekrutmen, promosi, mutasi, hingga pengembangan karier!
Direktur Gratifikasi dan Pelayanan Publik KPK, Arif Waluyo Widiarto, bilang bahwa pembedahan ini penting buat memperkuat sistem pencegahan. Menurutnya, upaya preventif enggak akan efektif kalau kita enggak paham di mana celah korupsi itu mengakar dalam pengelolaan SDM.
Sistem Merit Belum Merata Bikin Rawan Korupsi
KPK menilai, celah gratifikasi terbuka lebar karena:
- Sistem Merit Belum Merata: Baik dalam rekrutmen maupun promosi.
- Budaya Kerja Belum Optimal: Berdampak pada rendahnya kinerja ASN, yang akhirnya berpotensi memicu korupsi.
8 Titik Rawan di Manajemen ASN yang Dibidik KPK
Konsultan Pemetaan Kerawanan Gratifikasi KPK, Sari Wardhani, mengungkapkan ada delapan fokus manajemen ASN yang paling berpotensi jadi sarang praktik gratifikasi dan suap.
| No. | Fokus Manajemen ASN Rawan Gratifikasi |
| 1. | Proses Rekrutmen |
| 2. | Mutasi dan Promosi |
| 3. | Penilaian Kinerja |
| 4. | Pendidikan dan Pelatihan |
| 5. | Pengelolaan Data |
| 6. | Perencanaan Pegawai |
| 7. | Pengembangan Karier |
| 8. | Penanganan Disiplin |
Sari menekankan bahwa integritas enggak bisa cuma mengandalkan individu.
“Integritas tidak bisa hanya mengandalkan individu, namun perlu peran pemimpin aktif, sistem transparan, dan SDM terlindungi. Tiga simpul ini harus bekerja serempak,” kata Sari.
Intinya, perubahan sistem secara menyeluruh dari atas ke bawah adalah kunci buat menciptakan ASN yang bersih dari praktik suap dan gratifikasi. #ASNBerintegritas
Ingin tahu upaya konkret apa yang diusulkan KPK untuk menutup delapan celah gratifikasi di SDM ASN ini? (ant/one)