Bea Keluar ‘Gak’ Cuma Soal Uang! Menkeu Jadikan Instrumen Fiskal Jurus Hilirisasi & Dekarbonisasi
Jakarta, nusaetamnews.com : Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kebijakan Bea Keluar (BK) yang akan diterapkan pada batu bara dan emas memiliki fungsi ganda. Selain untuk menyeimbangkan tekanan fiskal akibat restitusi PPN yang mencapai Rp25 triliun per tahun dari sektor batu bara, instrumen ini juga diposisikan sebagai pemicu utama hilirisasi dan dekarbonisasi.
Menkeu menjelaskan bahwa BK disiapkan bukan hanya untuk meningkatkan penerimaan negara, tetapi juga untuk mendorong hilirisasi dan dekarbonisasi—dua agenda ekonomi prioritas nasional. Mekanisme implementasinya sedang difinalisasi bersama kementerian terkait.
BK Emas: Memaksa Industri Upgrade
Komitmen pada hilirisasi terlihat jelas pada desain tarif Bea Keluar Emas:
- Prinsip Desain: Tarif untuk produk hulu (mentah, seperti dore dan granule) ditetapkan lebih tinggi dibandingkan produk hilir (minted bars atau ingot).
- Tujuan: Memberikan insentif yang memaksa pelaku usaha untuk melakukan pemrosesan dan peningkatan nilai tambah di dalam negeri.
Ketika Harga Mineral Acuan (HMA) emas mencapai atau melampaui $3.200 per troy ounce, produk hulu (dore dan granule) akan dikenai tarif tertinggi 15 persen, sementara produk paling hilir hanya 10 persen.
Batu Bara Tetap Siaga 1-5%
Meskipun Harga Batu Bara Acuan (HBA) sedang menurun, Menkeu memastikan kebijakan Bea Keluar Batu Bara dengan tarif di kisaran 1–5 persen akan tetap dilaksanakan pada tahun 2026.
Inti Kebijakan BK Batu Bara:
- Kompensasi Fiskal: Mengimbangi kerugian negara akibat restitusi PPN Rp25 triliun yang muncul setelah batu bara menjadi Barang Kena Pajak (BKP).
- Struktur Normal: Mengembalikan struktur fiskal sektor batu bara ke posisi sebelum 2020 (saat masih non-BKP), di mana industri tetap mampu bersaing global tanpa subsidi fiskal.
“Ini bukan sekadar mengumpulkan uang, tapi tentang bagaimana instrumen fiskal kita bisa memandu arah industri menuju nilai tambah dan keberlanjutan (dekarbonisasi),” tutup Purbaya, menekankan fungsi Bea Keluar sebagai alat strategis pembangunan. (one)