Subscribe

Keren! Siswa Kutim Go National dengan 133 Buku Antologi Karya Sendiri

2 minutes read

Sangat, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) lagi panen prestasi literasi! Bersama Nyalanesia, Pemkab Kutim sukses menerbitkan 133 buku antologi karya siswa SD dan SMP yang siap bersaing di tingkat nasional.

“Hasil karya siswa, berupa buku antologi, ada sekitar 133 buku yang siap bersaing di tingkat nasional yang diselenggarakan Nyalanesia,” kata Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, usai penutupan Festival Literasi Kutim 2025 di Gedung Serbaguna (GSG) Sangatta, Senin (8/12).

Data Cetak Karya Fantastis

Capaian ini benar-benar luar biasa. Total 133 buku antologi tersebut memuat:

  • 11.045 Puisi
  • 103 Cerita Pendek (Cerpen)

Karya masif ini melibatkan ratusan sekolah. Bupati Ardiansyah menekankan bahwa pencapaian ini adalah wujud komitmen Pemda dalam meningkatkan literasi, yang merupakan fondasi krusial menyiapkan generasi Kutim menuju Indonesia Emas 2045.

Perkembangan literasi di Kutim dinilai makin pesat, enggak cuma soal baca-tulis, tapi sudah mencakup literasi digital dan ekonomi kreatif.

Indeks Literasi Naik Drastis

Bukti effort ini terlihat jelas dari data:

Berdasarkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispursip) Kutim, indeks pengembangan literasi masyarakat tahun 2024 melonjak tajam menjadi 74,54, naik signifikan dari tahun 2023 yang berada di angka 58,08.

“Saya sangat berterima kasih atas kolaborasi hebat setiap dinas yang mampu meningkatkan literasi di Kutai Timur,” ujarnya, menambahkan bahwa Pemda kini sedang menyiapkan program dan pemenuhan sarana prasarana untuk boost literasi lebih baik lagi.

Nyalanesia Puji Capaian Kutim

Advisor Nyalanesia, Imam Subchan, yang mendampingi peningkatan literasi di tiga daerah Kaltim (Balikpapan, Berau, dan Kutim) memuji capaian ini.

Capaian yang dianggap luar biasa oleh Nyalanesia:

  • 93 Buku Tunggal Sekolah
  • 42 Buku Kolaborasi
  • 187 Website Literasi Sekolah

“Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi nafas baru bagi pendidikan literasi Kutim,” tegas Imam.

Pendampingan intensif di Kutim ini dilakukan selama dua bulan (27 Oktober hingga 8 Desember 2025) dan direncanakan terus berlanjut hingga Maret 2026 mendatang. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *