Gak Main-Main! Mahulu Libatkan Full Team PKK & Posyandu Demi ‘Zero Stunting’
Mahulu, Kaltim, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Pemkab Mahulu) lagi all out berjuang menekan angka stunting yang saat ini masih di level 13,7 persen. Strategi utamanya? Menguatkan peran full team kader!
Semua dilibatkan, mulai dari kader posyandu, kader pembangunan masyarakat (KPM), hingga ibu-ibu PKK, dari tingkat kampung sampai kabupaten.
“Saya ingin stunting di Mahulu terus menurun, kalau perlu hilang sama sekali (zero stunting). Saya yakin, dengan support dari ibu-ibu PKK, kader posyandu, KPM, dan dukungan para Petinggi Kampung, kita pasti mampu mewujudkannya,” ujar Bupati Mahulu, Angela Idang Belawan, di Ujoh Bilang, Mahulu, Senin (8/12).
Fokus 1.000 Hari Golden Period
Bupati Angela menekankan banyak hal penting yang harus dilakukan ketiga lembaga front liner tersebut: edukasi gizi, pemenuhan nutrisi, perbaikan sanitasi, dan lainnya. Fokus utamanya adalah keluarga yang punya bayi stunting atau keluarga berisiko.
Edukasi paling keras ditekankan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK)—periode emas mulai janin dalam kandungan hingga anak berusia minimal dua tahun.
- Saat Hamil: Ibu wajib konsumsi makanan bergizi cukup.
- Saat Lahir: Anak harus diberi ASI eksklusif (6 bulan pertama), dilanjutkan MPASI sambil tetap menyusu hingga minimal usia 2 tahun. Ini key banget agar stunting tidak terjadi.
Pelatihan Jurus Percepatan Stunting
Sebagai wujud komitmen, Pemkab Mahulu telah menggelar serangkaian pelatihan penguatan. Salah satunya dikemas dalam Penguatan Kapasitas PKK, Kader Posyandu, dan KPM yang digelar pada Jumat (5/12) lalu. Event ini jadi langkah konkret mempercepat konvergensi penurunan stunting.
Pelatihan yang difasilitasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Mahulu ini mengusung tema keren: “Bersama PKK, Posyandu, dan KPM Mencegah Stunting dan Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu”.
“Pemkab Mahulu punya komitmen kuat percepat penurunan stunting lewat penguatan peran PKK, posyandu, dan KPM. Tiga lembaga ini adalah ujung tombak kita di tiap kampung,” tegas Angela.
Angela juga mengajak Dasa Wisma untuk ikut memperbaiki gizi keluarga plus meningkatkan ekonomi masyarakat. Caranya? Optimalkan pekarangan rumah untuk berbagai jenis tanaman hingga budidaya perikanan. Gizi oke, ekonomi up! (ant/one)