Labuan Cermin Glow Up! Dispar Kaltim Ajak Swasta dan Bank Gandengan Tangan Biar Facilities Enggak Kaleng-Kaleng
SAMARINDA, nusaetamnews.com: Destinasi wisata kece Labuan Cermin di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, siap-siap glow up maksimal! Dinas Pariwisata (Dispar) Kaltim kini all out menggandeng pihak swasta, BUMN, dan perbankan buat support pengembangan fasilitas lewat skema kolaborasi strategis.
“Kami berkolaborasi dengan Dispar di kabupaten serta stakeholder seperti perbankan, perusahaan swasta, atau BUMN untuk menentukan apa yang bisa dikerjasamakan,” kata Kepala Dispar Kaltim, Ririn Sari Dewi, di Samarinda, Minggu.
Anggaran Daerah Enggak Cukup? Gaspol Dana CSR!
Langkah melibatkan sektor eksternal ini diambil karena pemerintah sadar: ngembangin pariwisata enggak bisa cuma bergantung 100% pada budget APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).
Kolaborasi ini jadi solusi cepat buat melengkapi sarana dan prasarana (Sapras) penunjang di Labuan Cermin yang belum terakomodasi oleh bantuan pemerintah di tahun anggaran berjalan.
Ririn menekankan pentingnya meeting bareng calon mitra buat memetakan kebutuhan riil di lapangan, mengingat tipe dan karakteristik tiap destinasi di Berau itu berbeda-beda.
“Keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta lewat dana tanggung jawab sosial (CSR) diharapkan mampu menutup celah kebutuhan infrastruktur yang mendesak,” ungkap Ririn.
Bukan Cuma Fisik, Promosi Visual Juga Dikuatkan
Dispar Kaltim juga enggak pelit kasih support non-fisik. Mereka mengalokasikan dana dekonsentrasi ke Dispar Berau yang fokusnya adalah menguatkan promosi visual.
Bantuan non-physical ini diwujudkan dalam bentuk pembuatan konten video berkualitas tinggi buat memviralkan keindahan Labuan Cermin ke pasar wisatawan yang lebih luas. Auto FYP!
Secara status, Labuan Cermin sebenarnya sudah masuk kategori destinasi maju karena fasilitasnya sudah tergolong lengkap.
“Pengelolaan di sana juga dinilai sudah sangat adaptif terhadap teknologi dengan penerapan digitalisasi yang kuat, baik untuk marketing media sosial maupun manajemen tiket masuk,” jelas Ririn.
Meskipun akses jalan di Berau secara umum sudah cukup oke, Ririn mengakui masih perlu peningkatan kualitas di beberapa ruas biar wisatawan makin nyaman datang ke sana.
“Pemerintah menyusun skala prioritas pembangunan yang lebih ketat guna memastikan setiap rupiah anggaran yang keluar memberikan dampak maksimal bagi pariwisata,” tutupnya. (ant/one)