Subscribe

Kaltim Gaspol! Dinsos Dorong Semangat Inklusi di HDI 2025: Enggak Ada yang Boleh Ketinggalan!

2 minutes read

SAMARINDA, nusaetamnews.com : nggak mau basa-basi! Dalam rangka Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025, Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim mengusung goal besar: Inklusi dan Kesetaraan Level Max. Tujuannya simpel, membangun masyarakat yang super ramah disabilitas dan punya empati sosial yang kuat.

Kepala Dinsos Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menegaskan bahwa HDI 2025 ini jauh dari sekadar seremoni. Ini adalah moment of truth untuk menguatkan komitmen Sustainable Development Goals (SDGs), terutama prinsip keren: No One Left Behind (tidak ada yang tertinggal).

“Inklusi sosial bagi penyandang disabilitas adalah kunci dalam pencapaian SDGs. Peringatan ini harus menjadi dorongan bagi kita semua untuk memastikan mereka dilibatkan secara aktif dalam pembangunan,” kata Andi Ishak saat peringatan HDI di UPTD Panti Rehabilitasi Sosial Odah Bersama Samarinda.

Potensi Sama, Hak Pun Harus Sama

Andi Ishak mengajak netizen dan seluruh masyarakat Kaltim untuk sadar bahwa penyandang disabilitas punya hak, peluang, dan potensi yang sama persis dengan warga lainnya.

Untuk mewujudkan masyarakat berkeadilan, tiga hal ini wajib on point:

  1. Lingkungan yang Ramah (Aksesibilitas): Infrastruktur dan fasilitas yang bisa diakses semua orang.
  2. Kesempatan Kerja Inklusif: Job opportunities yang setara.
  3. Pendidikan Inklusif: Sekolah dan kampus yang merangkul semua kebutuhan.

“Dengan kolaborasi lintas sektor, kegiatan ini dapat menjadi katalis percepatan pembangunan inklusif dan berkelanjutan di Kaltim,” tambahnya, menjanjikan perluasan sosialisasi dan peningkatan layanan rehabilitasi sosial.

Mindset Baru: Bukan Belas Kasih, Tapi Solidaritas!

Dinsos Kaltim udah sering menggaungkan pentingnya menghapus pendekatan belas kasih dan menggantinya dengan solidaritas nyata. Jumlah penyandang disabilitas di Kaltim yang cukup besar menuntut perhatian serius dan keberpihakan dari semua pihak.

“Bangsa yang besar adalah bangsa yang peduli. Mari kita terus menunjukkan solidaritas kepada penyandang disabilitas,” tegasnya.

Apabila Kaltim berhasil mewujudkan inklusi ini, berarti #KaltimSetara bukan cuma hashtag, tapi kenyataan. Salut juga diberikan kepada Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Kaltim yang gigih menyuarakan kesejahteraan.

Acara puncak HDI semakin meriah dengan pengumuman pemenang lomba dan pembagian sembako. Ini adalah simbol: Inklusi bukan hanya slogan, tapi komitmen bersama untuk ruang yang setara! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *