Awas! Kekayaan Alam Kalimantan Tarik Investor, Wagub Seno Aji Ingatkan 4 Ancaman Serius: SARA hingga Narkoba
BALIKPAPAN, ANTARA – Wakil Gubernur (Wagub) Kalimantan Timur, H. Seno Aji, menegaskan bahwa kekayaan sumber daya alam (SDA) Pulau Kalimantan yang melimpah (batu bara, migas, emas, dll.) adalah magnet besar bagi investasi. Namun, dibalik potensi cuan tersebut, ada ancaman serius yang harus diwaspadai agar iklim investasi tetap kondusif.
Wagub Seno Aji menyampaikan ini saat membuka Silaturahmi Regional Lintas Tokoh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Kalimantan di Balikpapan, Kamis (27/11/2025).
“Potensi sumber daya alam yang besar ini akan menarik banyak investasi datang ke Kalimantan. Oleh karena itu, iklim investasi harus dijaga agar tidak terjadi gangguan ideologi, politik, dan lainnya,” tegasnya.
4 Ancaman Serius yang Wajib Diwaspadai FPK
Menurut Wagub Seno Aji, keberadaan FPK sangat krusial sebagai benteng persatuan bangsa di tengah keberagaman Kalimantan (Bhinneka Tunggal Ika). FPK diminta aktif meredam isu dan berdiskusi dengan TNI/Polri/Pemerintah mengenai ancaman-ancaman berikut:
| # | Jenis Ancaman | Detail & Fokus FPK |
| 1. | Perpecahan SARA | Ancaman perpecahan karena Suku, Ras, dan Agama. FPK harus memastikan kesatuan tetap terjalin baik. |
| 2. | Narkoba & Jalur Tikus | Masuknya narkoba dari kawasan Borneo utara melalui “jalur-jalur tikus”. Ini ancaman serius bagi masa depan Generasi Emas Kalimantan. FPK diminta aktif melaporkan kejadian. |
| 3. | Digitalisasi Negatif | Arus deras teknologi digital yang sulit dibendung, khususnya bahaya game online dan paparan negatif media sosial yang merusak pertumbuhan anak-anak. |
| 4. | Gangguan Ideologi/Politik | Potensi gangguan yang bisa merusak iklim investasi dan mengacaukan suasana kondusif. |
Wagub mencontohkan, potensi kekacauan di Penajam Paser Utara (PPU) dan Tarakan (dulu masih Kaltim) berhasil diredam berkat sinergi cepat antara pemerintah, tokoh masyarakat, TNI, dan Polri.
Pesan Kunci: Kalimantan Harus Jadi Contoh
Menutup sambutannya, Wagub Seno Aji menekankan bahwa lima provinsi di Kalimantan (Kaltim, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltara) harus tetap utuh, aman, nyaman, dan menjadi contoh persatuan yang baik bagi Indonesia.
Mengutip pesan Proklamator Bangsa, Wagub mengingatkan: “Kita berbangsa ini bukan hanya untuk satu tahun, bukan satu windu, bukan 100 tahun, tapi kita berbangsa untuk selama-lamanya.” Inilah spirit yang harus dijaga. (Sul)