Penguatan Sistem Peringatan Dini Banjir Mahulu: Belajar dari Bencana 2024
Mahulu, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur, secara serius mengambil pelajaran dari peristiwa banjir besar Mei 2024 dan kini fokus menguatkan sistem peringatan dini (SPBD) untuk meminimalisasi dampak bencana di masa depan.
1. Fokus Utama: Deteksi Dini di Hulu Sungai
Langkah konkret yang ditekankan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Mahulu, Stephanus Madang, adalah penguatan deteksi tinggi muka air di kawasan hulu Sungai Mahakam, terutama saat terjadi hujan berintensitas tinggi.
Pentingnya SPBD: Banjir besar yang melanda hampir 70% kawasan Mahulu (mulai dari Long Apari di hulu pada 13 Mei, hingga empat kecamatan lain pada 14-15 Mei) menjadi “pelajaran serius” bahwa sistem peringatan dini adalah kunci untuk hidup di wilayah berisiko bencana tinggi.
2. Peta Jalan Strategis: Rencana Penanggulangan Bencana (RPB)
Pemkab Mahulu telah menyusun Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) sebagai cetak biru strategis penanganan kebencanaan untuk lima tahun ke depan.
| Aspek RPB | Deskripsi |
| Penyusun | Kolaborasi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mahulu dan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. |
| Tujuan Utama | Menjadi rujukan utama bagi semua organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. |
| Cakupan | Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang penanggulangan bencana, meliputi aspek: pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons darurat di tingkat desa/komunitas. |
| Integrasi | Harus segera disosialisasikan dan diintegrasikan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) di kampung-kampung untuk pengurangan risiko bencana. |
RPB ini didasarkan pada data ilmiah dan diharapkan menjadi sistem penanggulangan yang terencana dan terukur.
3. Mekanisme Koordinasi Antar Daerah
Selain fokus internal, Pemkab Mahulu juga menekankan pentingnya koordinasi aktif dengan daerah hilir untuk memastikan kewaspadaan yang merata.
- Daerah Kunci: RPB harus memuat mekanisme koordinasi yang cepat dengan Kabupaten Kutai Barat.
- Aksi Koordinasi: Mekanisme ini mencakup pertukaran data tinggi muka air dan sistem peringatan dini agar daerah di hilir Mahulu juga bisa bersiap dan waspada.
Langkah selanjutnya yang ditekankan Sekda Mahulu adalah agar perangkat daerah segera menindaklanjuti dokumen RPB, baik secara administratif maupun regulatif, agar implementasi di lapangan dapat segera berjalan. (ant/one)