Subscribe

Keren! IPM Kukar Digaspol Lewat ‘Sekolah Lansia’ Perdana, Bukti Usia Bukan Penghalang Belajar!

3 minutes read

TENGGARONG, Kaltim, nusaetamnews.com : Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) punya jurus unik nan inspiratif untuk mendongkrak Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mereka. Mereka baru saja meresmikan Sekolah Lansia!

Fokus utama sekolah ini bukan cuma belajar baca-tulis, tapi lebih ke edukasi kesehatan: pencegahan penyakit degeneratif, pola makan sehat, dan pentingnya aktivitas fisik.

Asisten III Setda Kukar, Dafip Haryanto, mengatakan program ini sejalan dengan misi “Kukar Idaman Terbaik”.

“Keberadaan Sekolah Lansia ini tujuannya ganda: memberdayakan lansia, dan otomatis meningkatkan IPM kita, menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan berkualitas,” ujar Dafip di Tenggarong, Minggu.

IPM Naik, Target Gak Main-Main!

Kenapa fokus ke lansia? Karena IPM itu dibentuk oleh tiga dimensi kunci, dan Sekolah Lansia ini menyentuh dua dimensi vital:

  1. Dimensi Umur Panjang dan Hidup Sehat
  2. Dimensi Standar Hidup Layak

Komitmen Pemkab Kukar ini nyata. IPM Kukar terus naik: dari 75,95 (2023) menjadi 76,57 (2024), dan diprediksi tembus 77,25 (2025). Bahkan, target RPJMD 2025-2029 mereka berani pasang angka 84!

 Angkatan Perdana: 111 Lansia Semangat Belajar!

Sekolah Lansia ini digandengkan dengan Kemendukbangga/BKKBN Kaltim dan merupakan bagian dari Program Sidaya (Lansia Berdaya).

Sekolah yang diresmikan di Desa Panoragan, Kecamatan Loa Kulu, pada Sabtu (22/11) ini adalah Sekolah Lansia PERTAMA di Kukar.

  • Jumlah Murid Angkatan 1: 111 lansia.
  • Rentang Usia: Sekitar 65 tahun.

“Ini adalah wujud perhatian nyata agar lansia kita tetap produktif, sehat, dan berdaya. Usia tidak boleh jadi penghalang untuk terus belajar dan berkontribusi!” tutup Dafip.

Sekolah Lansia Panoragan diharapkan menjadi role model dan pelopor pendidikan lansia di seluruh Kabupaten Kukar.

Kurikulum Sekolah Lansia Kukar: Fokus Sehat, Mandiri, dan Berdaya

Materi pembelajaran di Sekolah Lansia dirancang untuk meningkatkan dua dimensi IPM utama: Umur Panjang dan Hidup Sehat serta Standar Hidup Layak.

1. Fokus Kesehatan (Dimensi Umur Panjang & Hidup Sehat)

Materi ini bertujuan untuk pencegahan penyakit dan peningkatan kualitas hidup fisik:

Materi Pelajaran Penjelasan Singkat
Pencegahan Penyakit Degeneratif Edukasi tentang penyakit umum lansia (Hipertensi, Diabetes, Rematik), serta cara mendeteksi dan mengelola risikonya sejak dini.
Pola Makan Sehat Lansia Pelatihan tentang gizi seimbang, pentingnya asupan serat dan cairan, serta makanan apa saja yang harus dibatasi untuk menjaga fungsi organ.
Aktivitas Fisik & Senam Lansia Pembinaan dan praktik rutin olahraga ringan (seperti Senam Kebugaran Jasmani Lansia) untuk menjaga kelenturan, kekuatan otot, dan keseimbangan (pencegahan jatuh).
Kesehatan Mental & Emosional Sesi berbagi (sharing) untuk mengatasi kesepian, stres, dan menjaga pikiran tetap positif, termasuk pentingnya interaksi sosial.
Pemanfaatan Layanan Kesehatan Sosialisasi tentang Posyandu Lansia, Puskesmas, dan bagaimana memanfaatkan BPJS atau fasilitas kesehatan lainnya secara optimal.

2. Fokus Pengetahuan & Keterampilan (Dimensi Standar Hidup Layak)

Materi ini berfokus pada kemandirian dan pemberdayaan sosial:

Materi Pelajaran Penjelasan Singkat
Keterampilan Hidup Sehari-hari (ADL) Pelatihan praktis agar lansia tetap mandiri dalam kegiatan harian (mandi, makan, berpakaian, mobilitas).
Literasi Keuangan Sederhana Pengajaran dasar tentang mengelola uang pensiun/bantuan sosial, menghindari penipuan (scam), dan menabung.
Pemberdayaan Sosial & Komunitas Mendorong lansia untuk aktif dalam kegiatan RT/RW, majelis taklim, atau kegiatan adat, agar merasa tetap berkontribusi.
Literasi Digital Dasar (Opsional) Pengenalan dasar menggunakan ponsel pintar (jika memungkinkan) untuk komunikasi, seperti video call dengan cucu, atau mendengarkan berita.
Keterampilan Vokasional Ringan Pelatihan hobi atau keterampilan ringan yang bisa menghasilkan (misalnya kerajinan tangan, berkebun di pekarangan), sesuai potensi Desa Panoragan.

Inti Program: Program SIDAYA

Seluruh materi ini diimplementasikan melalui Program SIDAYA (Lansia Berdaya). Dengan kurikulum yang komprehensif ini, 111 lansia angkatan pertama di Loa Kulu tidak hanya diharapkan hidup lebih sehat, tetapi juga lebih aktif dan berdaya dalam masyarakat. (Ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *