Subscribe

Rusa Sambar Dilepasliarkan, Otorita & UGM-PAMA Wujudkan Konsep “Kota Hutan” di Nusantara

2 minutes read

NUSANTARA (nusaetamnews.com} Visi Ibu Kota Nusantara (IKN) sebagai “Kota Hutan” mulai menjadi kenyataan. Otorita IKN, Kementerian Kehutanan RI, PT Pamapersada Nusantara (PAMA), dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi epik dengan melepasliarkan 12 ekor Rusa Sambar (Cervus unicolor) di kawasan hutan Nusantara, Jumat (21/11/2025).

Aksi pelepasliaran satwa endemik Kalimantan ini dirangkai dengan penanaman bibit pohon native Kalimantan, sekaligus menjadi momen peluncuran program Eco-Edu Forest di Wanagama IKN.

Rusa Sambar: Penguatan Ekosistem Hutan Tropis

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa pelepasan Rusa Sambar adalah langkah konkret OIKN dalam memperkuat ekosistem.

“Sebanyak 12 rusa sambar yang dilepasliarkan di kawasan hutan Nusantara ini sebagai bentuk komitmen OIKN dalam memperkuat ekosistem hutan hujan tropis dan membangun konsep kota hutan,” ujar Basuki.

Rusa Sambar dipilih karena merupakan satwa endemik dengan kemampuan adaptasi tinggi terhadap hutan hujan tropis Kalimantan, menjadikannya ideal untuk dikembangkan kembali populasinya di kawasan Nusantara.

Kolaborasi Emas: Pemerintah, Bisnis, dan Akademisi

Peluncuran program Eco-Edu Forest menjadi penanda komitmen PAMA dan UGM dalam melindungi satwa endemik, memulihkan hutan, dan memastikan pembangunan IKN berjalan selaras dengan konservasi.

Basuki Hadimuljono mengapresiasi dukungan penuh ini. Ia bahkan berharap kawasan ini kelak akan meniru kesuksesan Wanagama Gunungkidul, menjadi destinasi ekowisata bagi para tamu IKN.

Direktur PT PAMA, Abdul Nasir Maksum, menyebut kegiatan ini sebagai cerminan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan akademisi untuk membangun lingkungan yang berkelanjutan.

UGM Jamin Riset & Konservasi Berkelanjutan

Dari sisi akademisi, Wakil Rektor UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, memastikan bahwa UGM akan menjalankan program ini secara berkelanjutan, terutama dalam bidang penelitian dan konservasi.

“UGM selalu membuka pintu kerja sama, termasuk mendukung program di IKN menjadi lebih baik. Ke depan juga dapat membangun kolaborasi dalam kapasitas riset, baik nasional maupun internasional, guna mendukung forest city di Nusantara,” janji Arief.

Sementara itu, Ditjen KSDAE Kemenhut RI, Satyawan Pudyatmoko, menegaskan peran Kemenhut dalam pemetaan koridor satwa, pemetaan areal bernilai konservasi tinggi, dan penyediaan unit penyelamatan satwa (wildlife rescue) khusus untuk resor IKN, memastikan green vision Nusantara terwujud. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *