Subscribe

Bulog Ngebut Bangun 100 Gudang Baru, Siap Tampung 1 Juta Ton Beras Ekstra!

2 minutes read

Jakarta, nusaetamnews.com : Perum Bulog lagi sat-set banget nih! Demi memastikan stok beras nasional aman sentosa, Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengumumkan bahwa mereka sedang menggeber pembangunan 100 gudang tambahan yang ditargetkan mampu menyediakan kapasitas penyimpanan ekstra hingga 1 juta ton beras!

“Estimasinya dengan 100 gudang ini maksimal sampai 1 juta ton,” kata Rizal di Jakarta, Kamis (20/11).

Gudang Custom dari 1.000 Ton Sampai 7.000 Ton

Rizal menjelaskan, 100 gudang ini tidak akan seragam. Kapasitasnya bakal bervariasi, mulai dari 1.000 ton hingga 7.000 ton, disesuaikan dengan potensi daerah dan luas sawah di wilayah masing-masing. Strategi yang ciamik!

Meskipun tambahan 100 gudang ini adalah effort besar, Bulog tetap sadar bahwa itu belum optimal. Mereka masih harus menyewa gudang lain sebagai back-up tambahan. Selain itu, Bulog juga sedang menjajal teknologi penyimpanan baru, termasuk ide keren menggunakan sistem plastik vakum sebagai alternatif.

Fokus ke 3T dan Target Maret Ready

Dari total 100 gudang, 50 unit di antaranya akan dibangun di atas lahan milik Bulog sendiri. Lokasinya? Sudah disinkronkan bareng Kementerian Pertanian, Kemendagri, dan instansi terkait. No more tumpang tindih!

Yang paling penting, fasilitas ini juga menyasar wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T). Gudang-gudang ini diharapkan jadi ‘pahlawan’ bagi masyarakat di daerah terpencil, terutama saat distribusi beras terhambat oleh kondisi cuaca ekstrem.

“Sesuai dengan arahan Presiden, kita akan membangun gudang secepatnya. Harapannya di bulan Maret nanti sudah jadi dan bisa masuk hasil panen. Di panen raya itu sudah bisa masuk ke gudang baru,” tegas Rizal.

Mentan: Stok Peak 3 Juta Ton di Awal 2026, Siap Challenge!

Sementara itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman ikut angkat bicara, menyoroti tantangan stok beras ke depan. Ia memperkirakan lonjakan stok akan mencapai titik tertinggi pada Desember (tahun ini) hingga Januari 2026!

“Perkiraan kami, 3 juta berarti tertinggi selama 57 tahun. Nah, sekarang harus dipersiapkan Februari (2026). Februari sampai April (2026) itu butuh penyerapan 3 juta ton,” ungkap Amran.

Kondisi peak stok setinggi ini tentu menjadi tantangan logistik besar, menuntut kapasitas gudang yang harus ekstra siap. Namun, Mentan Amran mengaku optimistis Bulog bisa handle serapan beras, berkaca pada pengalaman sebelumnya dan kesiapan jajaran direksi.

Intinya: Infrastruktur pangan sedang di-upgrade besar-besaran! Indonesia siap menghadapi tantangan stok beras, Guys! (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *