Balikpapan Go Digital! Bayar Pajak Kini Semudah Order Kopi, Kepatuhan Warga Langsung Naik
BALIKPAPAN (nusaetamnews.com) Gak pake ribet! Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sukses bikin bayar pajak semudah scrolling media sosial. Lewat gebrakan digitalisasi layanan pajak, kepatuhan warga Balikpapan bayar kewajiban daerahnya langsung melesat tajam. Ini bukti lho, warga kini makin sadar kalau pajak itu bukan beban, tapi ticket buat kemajuan kota!
Kepala Badan Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BPPDRD) Balikpapan, Idham, happy banget melihat tren positif ini.
“Warga Balikpapan makin ngerti kalau pajak itu bukan cuma kewajiban. Ini adalah bentuk partisipasi nyata mereka. Uang yang dibayar langsung balik lagi ke warga dalam bentuk jalan mulus, fasilitas umum oke, sampai pendidikan dan kesehatan yang lebih baik,” ujar Idham, Rabu (19/11).
Solusi Anti-Lupa: Bayar Pajak di Mana Aja, Kapan Aja!
Idham mengakui, masih ada sih sebagian kecil yang telat bayar. Tapi, jangan salah, ini bukan karena gak mau, melainkan karena lupa atau super sibuk.
Nah, buat ngebabat masalah lupa ini, BPPDRD langsung gas dengan memperluas kanal pembayaran digital hingga ke ujung jari:
- Aplikasi Kontengan (Aplikasi andalan Pemkot Balikpapan): Bisa bayar PBB-P2, BPHTB, pajak hotel, restoran, dan lainnya. Fitur lengkap: bukti bayar digital, riwayat transaksi, hingga e-SPT.
- ePayment Resmi Pemkot.
- Marketplace Favorit: Tokopedia dan Bukalapak.
- Gerai Modern: Indomaret dan Alfamart (tinggal sebut NOP atau kode bayar, beres!).
- Bank: Mobile banking dan internet banking bank daerah/nasional sudah terintegrasi.
Intinya, cukup modal kode bayar atau NOP, transaksi auto tercatat! Pembayaran juga sudah support QRIS, virtual account, dan dompet digital. Anti-ribet!
Transparansi dan Edukasi Jadi Kunci
Langkah digitalisasi ini bukan cuma soal kemudahan, tapi juga transparansi dan akuntabilitas. Semakin mudah bayar, semakin tinggi pula potensi warga patuh.
Gak cuma itu, Pemkot juga gencar melakukan edukasi pajak ke semua lapisan, mulai dari kelurahan, sekolah, hingga komunitas.
“Kita mau bangun budaya patuh pajak yang sustainable (berkelanjutan). Warga gak cuma tahu cara bayar, tapi juga paham ke mana uang mereka digunakan,” tegas Idham.
BPPDRD janji akan terus mempublikasikan laporan penggunaan dana pajak secara berkala. Ini untuk menjaga kepercayaan publik.
Harapannya, pendekatan inklusif dan teknologi ini bisa bikin Balikpapan makin mandiri secara fiskal. Kepatuhan warga bukan lagi sekadar angka, tapi cerminan komitmen bareng untuk bikin kota ini makin keren! (ant/one)