Subscribe

Eko Enzim Balikpapan, Inovasi Limbah Buah yang Menyuburkan Tanah dan Memicu Gerakan Iklim Komunitas

3 minutes read

Samarinda, Kalimantan Timur (nusaetamnews.com) – Di tengah ancaman krisis iklim dan permasalahan sampah perkotaan, Kelurahan Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, muncul sebagai model percontohan mitigasi berbasis komunitas. Inovasi yang digerakkan oleh Abdul Rahman, Ketua Penggerak Program Kampung Iklim (Proklim) Sepinggan, berhasil mengubah limbah buah menjadi cairan serbaguna yang tak hanya berfungsi sebagai pembersih rumah tangga, tetapi juga secara aktif menyuburkan tanah dan membersihkan lingkungan.

Produk yang dikenal sebagai Eko Enzim ini telah mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah organik dan menandai kontribusi nyata komunitas dalam mendukung target pembangunan nasional yang ramah lingkungan.

Eko Enzim: Solusi Organik Berbahan Dasar Limbah

Eko Enzim yang diproduksi oleh Proklim Sepinggan adalah cairan pembersih yang murni bersifat organik dan diproses tanpa sedikit pun menggunakan campuran bahan kimia buatan.

Proses dan Bahan Baku:

  1. Bahan Baku: Memanfaatkan sampah organik rumah tangga seperti sisa kulit buah-buahan dan dedaunan kering yang tidak bernilai.
  2. Proses: Membutuhkan waktu fermentasi selama tiga bulan hingga cairan siap digunakan. Aroma khas fermentasi yang muncul menjadi penanda adanya kandungan alkohol alami yang berfungsi sebagai disinfektan pembunuh kuman.

Fungsi Ganda (Pembersihan & Kesehatan):

Meskipun tidak menghasilkan busa melimpah seperti sabun konvensional, cairan ini terbukti efektif untuk berbagai keperluan, mulai dari mengepel lantai, mencuci baju, hingga membersihkan piring kotor. Abdul Rahman juga menegaskan keamanan produk bagi kesehatan, karena telah dibuktikan tidak menimbulkan efek samping iritasi pada kulit penggunanya.

Dampak Ekologis Revolusioner: Dari Limbah Menjadi Nutrisi

Inovasi Eko Enzim ini memiliki dampak ekologis yang revolusioner karena membalikkan siklus limbah rumah tangga.

1. Menyuburkan Tanah, Bukan Mencemari Air:

Prinsip utama produk ini adalah “dari alam dan kembali ke alam.” Hal ini berarti, air bekas cucian yang biasanya mengandung bahan kimia berbahaya justru aman dan mampu menyuburkan tanah di lingkungan sekitar. Produk ini menghilangkan risiko pencemaran saluran air atau selokan yang umumnya diakibatkan oleh deterjen konvensional.

2. Mitigasi Perubahan Iklim di Akar Rumput:

Penggunaan sabun organik ini menjadi salah satu poin penilaian penting dalam Program Kampung Iklim (Proklim). Secara praktis, pemanfaatan rutin cairan eko enzim pada saluran pembuangan air (parit) di pemukiman terbukti ampuh menghilangkan aroma tidak sedap di lingkungan, yang secara langsung meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperbaiki sanitasi lingkungan.

Pengakuan Pemerintah dan Peran Kepemimpinan Komunitas

Pengembangan produk Eko Enzim ini berawal dari inspirasi yang didapatkan Abdul Rahman saat mengikuti pelatihan daring dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada masa pandemi COVID-19 di tahun 2020. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi digital pemerintah berhasil diterjemahkan menjadi aksi nyata di tingkat komunitas.

Kontribusi Proklim Sepinggan di bawah kepemimpinan Abdul Rahman mendapatkan pengakuan resmi:

  • Pada tahun 2021, KLHK memberikan sertifikat anugerah Program Kampung Iklim kepada Kelurahan Sepinggan, Balikpapan, yang diwakili oleh Abdul Rahman sebagai penggerak. Pengakuan ini menegaskan bahwa inovasi sabun organik merupakan bagian integral dari program mitigasi perubahan iklim berbasis pemberdayaan masyarakat di tingkat tapak.

IV. Diversifikasi Inovasi: Mengolah Sampah Plastik Menjadi Paving Block

Selain fokus pada pengolahan limbah organik, kelompok penggerak lingkungan ini juga menunjukkan diversifikasi inovasi dengan menargetkan limbah anorganik.

Kelompok ini turut aktif mengolah limbah plastik tak bernilai yang dikumpulkan dari pinggir pantai dan mengubahnya menjadi paving block melalui proses pembakaran. Kegiatan ini memperkuat peran Proklim Sepinggan sebagai unit pengelola sampah terintegrasi yang mampu mengatasi dua masalah lingkungan utama: sampah organik dan sampah plastik.

Saat ini, masyarakat yang ingin beralih menggunakan sabun ramah lingkungan ini masih harus membelinya melalui sistem pemesanan langsung kepada pengelola, menunjukkan adanya peluang besar untuk mengembangkan skala produksi dan distribusi produk ini di masa mendatang. (ant/one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *