Kaltim Dominasi Transaksi Digital Kalahkan 4 Provinsi Kalimantan
Nusaetamnews.com : Data terbaru hingga penghujung tahun 2025 menunjukkan bahwa Kalimantan Timur benar-benar menjadi lokomotif pembayaran digital di Pulau Kalimantan.
Kaltim Leader di Kalimantan
Kepala Perwakilan BI Kaltim, Budi Widihartanto, berulang kali menegaskan posisi dominan Kaltim di level regional:
- Pangsa Pasar Dominan: Kaltim menguasai 55% dari total transaksi digital se-Kalimantan. Artinya, 45% sisanya baru terbagi di empat provinsi Kalimantan lainnya.
- Pertumbuhan Gila-gilaan: Pertumbuhan transaksi non-tunai di Kaltim konsisten di atas 100%, bahkan sempat mencapai 300% (year-on-year).
Capaian QRIS Semakin Gacor
Meskipun laporan sebelumnya menyebutkan angka September 2025, data dari periode lainnya menegaskan akselerasi luar biasa pada QRIS:
- Realisasi Merchant Jauh Lampaui Target: Per Mei 2025, jumlah merchant QRIS di wilayah kerja BI Kaltim (Samarinda, Bontang, dsb.) telah terealisasi 442.600 unit, melampaui target yang hanya 410,4 ribu (capaian 183,68% dari target).
- Total Volume Transaksi BI: Nominal transaksi melalui infrastruktur Bank Indonesia di Kaltim mencapai Rp106,4 triliun pada Triwulan II 2025. Pertumbuhan ini didorong kuat oleh layanan BI-FAST (tumbuh 14,83% yoy), yang menguasai 55% nominal transaksi sistem pembayaran.
- Literasi vs. Inklusi: Inklusi keuangan Kaltim sudah sangat tinggi (93,25%), namun BI masih fokus menggenjot Literasi Keuangan yang baru mencapai 57,14% agar masyarakat semakin percaya diri dan paham menggunakan layanan digital.
Transformasi Digital Pemerintah Sat-Set
Komitmen Pemprov Kaltim terhadap digitalisasi juga all out:
- ETPD Nyaris Sempurna: Tingkat Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) Provinsi Kaltim hingga pertengahan tahun 2025 telah mencapai 97,5%. Capaian ini menunjukkan transparansi dan efisiensi tinggi dalam pengelolaan keuangan daerah.
Dengan demikian,Kaltim tidak hanya memimpin nominal transaksi di Kalimantan, tetapi juga menunjukkan keseriusan dalam membangun fondasi ekosistem digital yang kuat, dari sektor ritel (QRIS) hingga tata kelola pemerintahan (ETPD). (one)