Subscribe

Apa Itu Konsep Blue Ekonomy?

2 minutes read

Konsep Ekonomi Biru (Blue Economy) adalah kerangka kerja pembangunan berkelanjutan yang sangat relevan untuk Indonesia, terutama Berau yang kaya akan sumber daya laut.

Ekonomi Biru adalah istilah yang lebih luas dan transformatif dibandingkan dengan ekonomi kelautan tradisional.

Konsep Ekonomi Biru (Blue Economy)

Aspek Deskripsi dan Fokus Utama
Definisi Inti Pemanfaatan sumber daya laut, pesisir, dan perairan secara berkelanjutan untuk pertumbuhan ekonomi, peningkatan mata pencaharian, dan pelestarian kesehatan ekosistem laut.
Prinsip Utama Inovasi, Inklusivitas, dan Keberlanjutan. Kegiatan ekonomi harus: 1) Ramah lingkungan (tidak merusak); 2) Menciptakan nilai tambah; 3) Memberdayakan masyarakat pesisir; dan 4) Berbasis ilmu pengetahuan/teknologi baru.
Perbedaan dengan Ekonomi Kelautan Tradisional Ekonomi Biru tidak hanya berfokus pada eksploitasi (seperti penangkapan ikan massal), tetapi pada pemulihan (restorasi mangrove), diversifikasi (bioteknologi laut, energi terbarukan), dan penghitungan biaya lingkungan.

Pilar Implementasi Ekonomi Biru di Berau

Kolaborasi Berau dengan Seychelles berfokus pada beberapa pilar utama Blue Economy:

  1. Konservasi dan Restorasi (Pilar Ekologi)
    • Contoh di Berau: Program restorasi mangrove (seperti MESTI) dan perlindungan terumbu karang. Mangrove dianggap sebagai “paru-paru biru” karena kemampuannya menyerap karbon ($CO_2$).
  2. Pariwisata Bahari Berkelanjutan (Pilar Nilai Tambah)
    • Contoh di Berau: Pengembangan ekowisata mangrove dan wisata bahari di Kepulauan Derawan. Ini menciptakan lapangan kerja tanpa merusak lingkungan.
  3. Perikanan dan Akuakultur Berkelanjutan (Pilar Blue Food)
    • Contoh di Berau: Pengembangan udang organik dan kepiting bakau di Buyung-Buyung dengan metode yang ramah lingkungan. Hal ini memastikan ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan nelayan.
  4. Inovasi dan Teknologi (Pilar Modernisasi)
    • Contoh di Berau: Pemanfaatan teknologi untuk memantau stok ikan, mencegah penangkapan ikan ilegal, dan menggunakan energi terbarukan di pulau-pulau kecil.
  5. Kearifan Lokal dan Inklusivitas (Pilar Sosial)
    • Contoh di Berau: Melibatkan masyarakat adat dan lokal dalam pengelolaan sumber daya laut, memastikan bahwa manfaat ekonomi dirasakan secara merata.

Dengan menerapkan Blue Economy, Berau tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya laut untuk generasi mendatang, sejalan dengan visi Seychelles sebagai negara kepulauan yang sukses. (one)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *