Subscribe

Keren! Kaltim Siapkan 6 Buku Mulok SMA

4 minutes read

SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) lagi ngebut memfinalisasi enam buku ajar muatan lokal (Mulok) jenjang SMA. Tujuannya? Agar kekayaan dan kearifan lokal Kaltim tidak punah di tengah gempuran informasi global.

Kepala Bidang Pembinaan SMA Disdikbud Kaltim, Muhammad Jasniansyah, memastikan naskah ini sudah melalui screening ketat: uji keterbacaan dan review total dari para ahli.

“Para penulis buku wajib menyampaikan presentasi hasil penulisan di hadapan tim ahli, agar karyanya bisa dipertanggungjawabkan validitasnya, baik secara konten maupun konteks,” kata Jasniansyah di Samarinda, Rabu (12/11).

Uji keterbacaan ini adalah saringan terakhir sebelum naskah Fase F (jenjang SMA) ini dicetak massal dan segera dipakai di sekolah.

Materi yang Lokal Banget

Materi buku yang sedang diuji kelayakannya ini mencakup aspek-aspek paling vital dari Kaltim:

  1. Buku Ajar Muatan Lokal Sumber Daya Alam (SDA): Mengulik potensi alam Kaltim.
  2. Seni Budaya: Mengenal ragam seni dan heritage daerah.
  3. Empat Buku Ajar Bahasa Daerah Spesifik: Ini yang keren! Ada Bahasa Daerah Berau, Paser, Dayak, dan Kutai, sebagai upaya pelestarian bahasa ibu.

Kolaborasi All-Star

Agar isinya valid dan nyambung dengan perkembangan daerah, Disdikbud menggandeng banyak pihak top:

  • Kantor Bahasa Kaltim dan Akademisi: Untuk memperkuat kaidah linguistik agar sesuai standar baku.
  • Guru Pengampu Mata Pelajaran: Untuk memastikan narasi buku tidak bikin siswa pusing alias tingkat kesulitannya pas.
  • BRIDA & Bappeda: Untuk menyelaraskan materi dengan arah kebijakan pembangunan jangka panjang Kaltim.
  • Inspektorat & BPKP: Untuk mengawal akuntabilitas penyusunan buku (biar clear dan akuntabel).

Jasniansyah berharap forum diskusi terbuka antara penulis dan guru pengguna ini bisa menyempurnakan naskah menjadi panduan belajar yang highly qualified.

Tujuannya jelas: Mewariskan nilai kearifan lokal kepada pelajar dan memudahkan guru mentransfer pengetahuan tentang potensi daerah secara terukur.

Disdikbud Kaltim menargetkan seluruh SMA di wilayahnya sudah bisa mengimplementasikan bahan ajar lokal ini pada tahun ajaran mendatang untuk memperkuat karakter peserta didik.

SDA Unggulan Kalimantan Timur yang Jadi Materi Penting

1. Sektor Pertambangan: The Big Player

Sektor ini adalah kontributor utama perekonomian Kaltim dan penghasil devisa terbesar bagi negara.

  • Batu Bara (Batubara): Kaltim dikenal sebagai salah satu provinsi penghasil batu bara terbesar di Indonesia (menyumbang lebih dari 35% produksi nasional). Wilayah seperti Kutai Kartanegara, Berau, dan Samarinda menjadi daerah tambang utama.
  • Minyak dan Gas Bumi (Migas): Kaltim memiliki cadangan migas yang signifikan, dengan Blok Mahakam yang telah dieksplorasi sejak lama.
  • Mineral Lain: Ada juga potensi mineral seperti Emas (terutama di Kutai Barat), Nikel (yang kini mulai dikembangkan untuk transisi energi/baterai kendaraan listrik), dan Bijih Besi.

Poin Krusial untuk Mulok: Selain membahas kekayaan dan nilai ekonomi, materi ini harus menyoroti isu keberlanjutan lingkungan, seperti reklamasi lahan bekas tambang, dan bagaimana SDA ini dapat dikelola secara adil bagi masyarakat.

2. Sektor Perkebunan: Dominasi Green Gold

Sektor ini menempati areal yang sangat luas dan menjadi komoditas ekspor penting selain tambang.

  • Kelapa Sawit (CPO): Kelapa sawit merupakan komoditas perkebunan dengan areal terluas dan produksi terbesar di Kaltim. Ini adalah sumber devisa besar.
  • Karet: Selain sawit, karet juga menjadi komoditas penting yang cocok dengan iklim tropis basah di Kalimantan.
  • Komoditas Lain: Meliputi Kelapa, Kopi, Lada, dan Coklat.

Poin Krusial untuk Mulok: Materi harus membahas peran perkebunan rakyat, tantangan tata kelola lahan, serta upaya hilirisasi produk turunan (seperti pengolahan POME/limbah sawit menjadi biogas).

3. Sektor Kehutanan: Tropical Treasure

Meskipun eksploitasi kayu sempat masif, fokus kini bergeser ke konservasi dan hasil hutan non-kayu.

  • Hutan Hujan Tropis: Kaltim memiliki keanekaragaman hayati yang sangat kaya, termasuk flora dan fauna endemik.
  • Hasil Hutan Non-Kayu (HHBK): Potensi pengembangan produk seperti Kayu Gaharu, Kayu Putih, Rotan, dan produk hutan sosial lainnya.
  • Pelestarian IKN: Dalam konteks IKN Nusantara, materi akan sangat fokus pada rehabilitasi hutan (seperti program persemaian Mentawir) dan menjaga keseimbangan ekologi.

4. Sektor Pertanian dan Perikanan

Meskipun tidak sebesar tambang dan sawit, sektor ini penting untuk ketahanan pangan lokal.

Perikanan dan Kelautan: Potensi perikanan laut dan budidaya perairan (seperti Keramba Ikan, dan komoditas perikanan bernilai tinggi lainnya), termasuk potensi Pariwisata Bahari. (ant/one)

Tanaman Pangan & Palawija: Seperti Padi, Jagung, Singkong (termasuk varietas unggulan seperti Singkong Gajah), dan Ubi-ubian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *